Wajah Malam Bojonegoro Makin Terang dan Cantik, Ada Lampu Hias Ikonik
Lampu ikonik di jalanan Kabupaten Bojonegoro

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Malam di berbagai sudut kecamatan di Kabupaten Bojonegoro kini tampil beda. Tak sekadar terang, hadirnya lampu hias ikonik di depan kantor-kantor kecamatan mulai memberikan identitas visual kedaerahan yang kuat sekaligus memacu denyut ekonomi warga sekitar.

[Baca Juga: WISATA KULINER DI BOJONEGORO JAWA TIMUR YA D'KONCO CAFE https://www.blokbojonegoro.com/2026/01/19/wisata-kuliner-di-bojonegoro-jawa-timur-ya-dkonco-cafe-saja]

Pemasangan lampu ini merupakan langkah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk memberikan karakteristik khusus pada setiap wilayah. Ada tiga elemen identitas daerah yang diangkat dalam desain lampu tersebut, yakni Kayangan Api, Obor Sewu, dan Daun Jati.

Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum (PJU), Sarana, dan Prasarana Dinas PKP Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Sarifuddin menjelaskan, dampak paling nyata terlihat di Kecamatan Kedewan. Sejak lampu ikonik ini terpasang, kawasan tersebut bertransformasi menjadi pusat keramaian baru.

Sentra ekonomi baru ini ditandai dengan munculnya kegiatan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night. Bahkan menjadi berkah Ramadhan. Selama bulan suci, area ini menjadi magnet bagi pedagang takjil dan UMKM, menciptakan perputaran ekonomi yang lebih hidup bagi warga lokal. Selain itu juga tampak di wilayah Kecamatan Sumberrejo.

Spesifikasi yang ada juga fungsional didesain dengan fungsi ganda. "Bagian atas menggunakan LED 90 Watt untuk menerangi jalan utama, sementara bagian belakang berkekuatan 40 Watt difokuskan untuk kenyamanan pejalan kaki di area pedestrian kecamatan," terang Sarifuddin, Selasa (24/2/2026).

Untuk efisiensi, pengoperasian lampu ini menyesuaikan kondisi lapangan dengan menggunakan sistem timer maupun foto cell yang otomatis menyala saat cahaya matahari mulai meredup.

Rencana perluasan pemasangan lampu ikonik ini juga terus dilakukan. Terlebih momentum Ramadhan ialah momen saatnya menyambut para pemudik untuk pulang kembali ke Bojonegoro. Hingga saat ini, lampu ikonik telah menghiasi hampir seluruh kecamatan, kecuali wilayah perkotaan yang memang memiliki konsep penataan berbeda. Kedepannya, Pemkab Bojonegoro berencana menambah titik pemasangan di lokasi-lokasi strategis lainnya.

"Rencananya akan ada tambahan di wilayah Kalianyar sebagai pintu masuk (selamat datang) kota Bojonegoro, wilayah Gondang, hingga area Jembatan Bojonegoro Tuban (TBT). Wilayah ini terbukti sangat potensial membuka ruang ekonomi baru yang menghubungkan dua kabupaten," tambah Sarifuddin.

Dengan penataan cahaya yang apik, diharapkan Bojonegoro tidak hanya semakin cantik dipandang mata dengan identitas budaya yang semakin kuat, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan nyaman yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. [riz/mad]