Madrasah Aliyah Bojonegoro Torehkan 189 Kelulusan SNBP 2026, Swasta Diminta Lebih Siap
Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Bojonegoro, H. Sholihul Hadi: Madrasah Aliyah Bojonegoro Torehkan 189 Kelulusan SNBP 2026 (Foto: blokBojonegoro/M. Anang Febri)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro mencatat hasil positif dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Sebanyak 189 siswa Madrasah Aliyah (MA) dinyatakan lolos SNBP dari 24 MA, baik negeri maupun swasta. Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Bojonegoro, H. Sholihul Hadi, menyebut capaian tersebut diraih tanpa kendala berarti karena prosesnya sudah dipersiapkan sejak awal.

"Alhamdulillah, SNBP di madrasah tahun ini tidak ada kendala, karena sudah kita persiapkan dari awal. Kita libatkan teman-teman pengawas untuk mengawal pembuatan akun, lalu dari awal kita ingatkan teman-teman madrasah untuk mengawal semuanya, sehingga proses input dan sebagainya tidak ada kendala," ujar H. Sholi kepada blokBojonegoro.com, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 67 lembaga MA di Bojonegoro, namun yang berpartisipasi dan siswanya lolos SNBP 2026 berasal dari 24 MA.

"Lembaga MA se-Kabupaten total 67. Lulus SNBP 2026 sejumlah 189 siswa dari total 24 MA," terangnya.

Dari jumlah tersebut, MAN 1 Bojonegoro menjadi madrasah yang paling mendominasi kelulusan SNBP 2026. Selain itu, untuk jalur SPAN-PTKIN, MAN 1 Bojonegoro juga mencatat capaian tinggi dengan 140 siswa yang lolos.

“Yang paling banyak dari MAN 1. Kalau SNBP saja, MAN 1 ada 44 siswa,” kata H. Sholihul Hadi. Selain itu, untuk jalur SPAN-PTKIN, MAN 1 Bojonegoro juga mencatat capaian tinggi dengan 140 siswa yang lolos," tambahnya. 

Meski hasil tahun ini dinilai lebih baik, Kemenag Bojonegoro tetap mendorong partisipasi madrasah swasta agar lebih optimal dalam memanfaatkan jalur seleksi masuk perguruan tinggi.

Menurutnya, saat ini kontribusi madrasah swasta masih didominasi oleh beberapa lembaga besar seperti At-Tanwir, Abu Darrin, Ar-Rosyid, serta Islamiyah Malo. Sementara madrasah swasta yang lebih kecil, terutama di wilayah pinggiran, masih perlu pendampingan lebih intensif.

"Ke depan tetap kita anjurkan teman-teman di madrasah swasta. Peran sertanya masih sangat kecil. Yang selama ini masih didominasi madrasah swasta besar seperti At-Tanwir, Abu Darrin, Ar-Rosyid, kemudian Islamiyah Malo. Yang lainnya masih kecil-kecil, termasuk madrasah di pinggiran. Itu akan kita support supaya lebih siap ke depannya," jelasnya.

Ia menambahkan, kendala yang paling sering muncul di madrasah swasta umumnya berkaitan dengan proses upload data dan pembuatan akun siswa. Karena itu, pengawalan dari guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta pengawas madrasah dinilai sangat penting.

"Upload dan pembuatan akun yang biasanya jadi kendala, karena kadang pernah dibuat siswa sendiri. Makanya perlu pengawalan dari BP/BK dan juga pengawas," tandasnya.

Kemenag Bojonegoro berharap, dengan persiapan lebih awal dan pendampingan yang lebih intensif, jumlah siswa MA—khususnya dari madrasah swasta—yang lolos SNBP maupun jalur perguruan tinggi keagamaan Islam akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. [feb/mad]