213 Siswa MAN 2 Bojonegoro Lulus, Pelepasan Merpati Simbol Harapan Tinggi
Kakan Kemenag, Kasi Pendma, serta Kepala MAN 2 Bojonegoro lepas burung merpati sebagai simbol harapan dan kebebasan para siswa gapai cita (Foto: blokBojonegoro/M. Anang Febri)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Suasana sederhana namun penuh makna mewarnai perayaan kelulusan siswa di MAN 2 Bojonegoro. Sebanyak 213 siswa dinyatakan lulus dan dikembalikan kepada orang tua dalam prosesi yang berlangsung di halaman madrasah, disaksikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Bojonegoro, H. Amanulloh, Kasi Pendma, H. Sholihul Hadi, serta pengawas madrasah, Selasa (5/5/2026).

Acara berlangsung khidmat dengan simbol pelepasan burung merpati sebagai tanda harapan dan kebebasan para siswa untuk menggapai cita-cita setinggi mungkin. Ratusan siswa, guru, dan wali murid turut menyaksikan momen tersebut dengan penuh haru.

Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro, H. Amanulloh, menyampaikan kebanggaannya terhadap capaian lulusan madrasah. Ia menegaskan bahwa latar belakang pendidikan madrasah tidak menjadi penghalang untuk bersaing di perguruan tinggi favorit.

"Banyak siswa kita diterima di kampus unggulan seperti Unair, ITS, Brawijaya, hingga Udayana. Ini membuktikan bahwa kompetensi madrasah mampu bersaing dan menembus PTN terbaik, khususnya di Jawa Timur," ungkapnya mengapresiasi.

Ia juga menyebutkan sekitar 20 persen lulusan berhasil masuk perguruan tinggi negeri favorit. Menurutnya, angka tersebut perlu terus ditingkatkan melalui pendataan dan pendampingan alumni agar lebih banyak siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

"Pesan kami, jadilah alumni yang terus melanjutkan pendidikan. Di era sekarang, tidak cukup hanya pengetahuan, tapi juga harus diimbangi dengan skill yang baik," tambahnya.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Bojonegoro, H. Abdul Rozaq, menjelaskan bahwa konsep kelulusan sengaja dibuat sederhana namun sarat makna. Menurutnya, esensi utama adalah pengembalian siswa kepada orang tua serta peneguhan langkah mereka ke masa depan.

"Sebanyak 213 siswa lulus semua. Kami sengaja membuat acara sederhana, tapi penuh hikmah. Pelepasan merpati menjadi simbol bahwa anak-anak punya harapan untuk terbang tinggi meraih cita-cita," jelasnya.

Ia juga berpesan agar para lulusan terus melanjutkan pendidikan dan menjadi generasi yang berilmu, bermutu, serta mampu bersaing di tingkat global.

"Madrasah hari ini bukan lagi pilihan alternatif, tetapi sudah menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendidik putra-putrinya," tegasnya.

Dengan capaian tersebut, MAN 2 Bojonegoro kembali menunjukkan bahwa madrasah mampu mencetak lulusan berkualitas, tidak hanya kuat dalam nilai keagamaan, tetapi juga kompetitif dalam bidang akademik dan keterampilan. [feb/mad]