Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Pemadaman listrik menjadi petaka bagi Sukiran (70) warga Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Rumah satu-satunya yang ia tinggali bersama keluarganya itu, ludes dilalap api saat listrik padam berlangsung, Sabtu (20/6/2026) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban membakar sandal karet untuk dijadikan penerangan disaat pemadaman listrik. Selanjutnya, korban meninggalkan rumah, untuk membeli lilin di salah satu toko setempat.
Belum sampai kembali rumah, sandal karet yang sempat dibakar Sukiran untuk penerangan itu, merambat ke dinding rumahnya yang terbuat dari kayu. Si jago merah dengan cepat merambat ke seluruh bagian rumah yang terbuat dari kayu tersebut.
Kapolsek Baureno, AKP M. Sholeh mengungkapkan, kebakaran diketahui sekitar pukul 19.15 WIB. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Marjoko (36), yang saat itu berada di dalam rumahnya. Ia mendengar suara benda terbakar sebelum keluar rumah dan melihat kobaran api dari kediaman korban.
"Saksi berusaha membuka pintu rumah korban, namun tidak bisa. Kemudian saksi berteriak meminta pertolongan warga sehingga warga berdatangan untuk membantu memadamkan api," ungkap AKP M. Sholeh.
Meski warga berupaya memadamkan api, lanjut AKP M. Sholeh, kobaran api terus membesar dan menghanguskan bangunan rumah. Perangkat Desa Sraturejo, Nur Kholis, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Baureno dan petugas pemadam kebakaran.
Sekitar pukul 20.30 WIB, api berhasil dipadamkan oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro. Namun, api telah meludeskan seluruh bangunan beserta perabotan di dalam rumah.
Eks. Kapolsek Kedungadem itu memaparkan, dari hasil pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah fakta yang mengarah pada dugaan penyebab kebakaran. Saat kejadian, kondisi rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal penghuninya. Selain itu, aliran listrik di wilayah tersebut sedang padam.
Berdasarkan keterangan saksi lainnya, Basuki Rohmat (39), korban sempat membeli lilin ke toko setempat. Sebelum berangkat ke toko, korban diketahui membuat penerangan sementara di dalam rumah dengan membakar sandal karet.
"Dugaan sementara, titik api berasal dari sandal karet yang dibakar korban untuk dijadikan penerangan saat listrik padam," papar Polisi berpangkat balok tiga emas di pundaknya ini.
Api dengan cepat membesar, sebab bagian rumah yang terbakar berada di sisi selatan bangunan yang sebagian besar berdinding kayu. Akibatnya, rumah berukuran sekitar 9 meter x 10 meter tersebut mengalami kerusakan parah. Beruntung tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.
"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun, kerugian material yang dialami korban diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta," pungkasnya. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published