DPRD Jatim Soroti Dampak Pemadaman Listrik terhadap Perekonomian Masyarakat
Selain sektor peternakan, Khusnul menilai pelaku UMKM juga menjadi kelompok yang paling terdampak (Foto: Istimewa)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur mendapat perhatian dari DPRD Jawa Timur. Gangguan pasokan listrik tersebut dinilai tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi berbagai sektor usaha.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Khusnul Khuluk, meminta pemerintah bersama PLN segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tersebut agar dampaknya tidak semakin meluas.

Menurut Khusnul, pasokan listrik yang stabil menjadi kebutuhan utama bagi berbagai sektor produktif, mulai dari peternakan hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, pemadaman yang berlangsung berulang dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

"Pemadaman listrik secara bergiliran ini memang sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat. Dampaknya dirasakan langsung oleh peternak, pelaku UMKM, dan berbagai usaha kecil yang bergantung pada pasokan listrik," ungkap Khusnul, Selasa (23/6/2026).

Ia mencontohkan sektor peternakan ayam modern yang saat ini banyak menggunakan sistem otomatis berbasis listrik untuk mengatur suhu kandang, ventilasi, hingga pemberian pakan. Kondisi tersebut membuat peternak sangat bergantung pada ketersediaan listrik.

"Di peternakan ayam misalnya, banyak yang menggunakan sistem khusus berbasis listrik. Ketika listrik padam dan terjadi gangguan pada genset, maka ayam-ayam bisa banyak yang mati," katanya.

Selain sektor peternakan, Khusnul menilai pelaku UMKM juga menjadi kelompok yang paling terdampak. Banyak usaha kecil yang mengandalkan peralatan listrik untuk menjalankan aktivitas produksi maupun pelayanan kepada konsumen.

"Para pelaku UMKM juga akan lumpuh total jika pemadaman berlangsung lama. Penjual kopi misalnya, sebagian besar alat produksinya menggunakan listrik," tuturnya.

Karena itu, Khusnul mendesak pemerintah segera mengidentifikasi dan menyelesaikan penyebab pemadaman listrik bergilir, baik yang disebabkan gangguan pasokan batu kerusakan sistem kelistrikan, maupun faktor cuaca.

Ia juga meminta persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat agar penanganannya bisa dilakukan lebih cepat dan menyeluruh.

"Yang terpenting pemerintah harus segera menyelesaikan masalah ini. Semuanya harus segera ditangani," tandasnya. [feb/mu]