226 Kebakaran Terjadi di Bojonegoro, 125 Terjadi di Bulan Juli
Petugas Pemadam Kebakaran Bojonegoro saat memadamkan sebuah rumah yang terbakar (Foto: istimewa)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro mencatat 226 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dari jumlah tersebut, 125 kejadian terjadi pada Bulan Juli, atau lebih dari separuh total kejadian selama tujuh bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan rekapitulasi Damkarmat Bojonegoro, kebakaran paling banyak terjadi pada lahan, pekarangan, sampah, jerami, dan rumpun bambu dengan 84 kejadian hingga Juli. Disusul kebakaran permukiman atau rumah sebanyak 29 kejadian, meteran listrik, kabel listrik, travo, dan gardu listrik sebanyak 28 kejadian, serta lahan hutan sebanyak 22 kejadian.

Sementara itu, berdasarkan penyebabnya, pembakaran sampah menjadi faktor pemicu terbesar dengan 87 kejadian. Kemudian disusul korsleting atau arus pendek listrik sebanyak 55 kejadian, serta kesengajaan atau dibakar pihak tertentu sebanyak 22 kejadian.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkarmat Bojonegoro, Ahmad Agus Salim, mengatakan lonjakan kebakaran pada Juli merupakan kondisi yang luar biasa dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

“Bulan Juli merupakan kejadian luar biasa, sebab lonjakan kejadian kebakaran sangat banyak dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah menyebar, terutama pada lahan dan semak,” ungkap Agus, Selasa (4/8/2026).

Selain tingginya jumlah kejadian, nilai kerugian akibat kebakaran selama Januari hingga Juli mencapai sekitar Rp11,55 miliar. Di sisi lain, petugas Damkarmat berhasil menyelamatkan aset masyarakat dengan estimasi nilai mencapai Rp114,09 miliar.

Agus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama saat musim kemarau berlangsung. Sebab, bisa berpotensi menyebabkan kebakaran lahan, bahkan menyambar ke rumah.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah. Saat musim kemarau seperti sekarang, api sangat mudah merambat dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar,” pungkasnya. [riz/mad]