Teknologi Super Komputer ExxonMobil Dilitik ESDM untuk Naikkan Lifting Minyak RI
Lokasi operasi EMCL di Blok Cepu yang ada di Kabupaten Bojonegoro / Foto: dokumen

Reporter: Nidhomatur MR.

blokBojonegoro.com - Teknologi super komputer milik ExxonMobil tengah dilirik oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk digunakan membantu meningkatkan lifting minyak mentah Indonesia.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan super komputer milik Exxon dapat membaca data sekitar 40 terabyte dalam satu detik, sehingga data terkait satu wilayah kerja (WK) yang memiliki besaran 200 terabyte dapat dibaca setidaknya sekitar 5 detik–1 menit.

"Jadi waktu itu dijelaskan, mereka memiliki super komputer untuk mengolah data-data. Ini sudah tidak manual lagi. Jadi ini membuka kesempatan juga kalau ini ada wilayah kerja yang kita miliki, yang siap kita tawarkan," kata Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, beberapa hari lalu dikutip dari bloombergtechnoz.

Yuliot memandang teknologi super komputer milik Exxon tersebut dapat membantu Indonesia dalam meraih target lifting 1 juta barel pada 2030. Di sisi lain, dia juga mendorong kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk berkolaborasi dengan Exxon dalam pemanfaatan teknologi.

"Sehingga potensi apa yang kita miliki, ini dengan rencana peningkatan produksi sampai dengan tahun 2030, 1 juta barel itu bukannya tidak bisa kita capai. Tapi ini kita mau memanfaatkan," tegasnya.

Selain itu, Yuliot juga mempelajari bahwa pembagian WK di Amerika Serikat terbilang berbeda dengan di Indonesia. Dia menjelaskan satu WK di AS bisa digarap hanya dengan satu perusahaan, sementara di Indonesia satu WK bisa digarap oleh berbagai perusahaan dan operator.

"Kalau kita kan kecenderungan, satu wilayah kerja itu kan kita bagi-bagi itu ada berapa pelaku usaha. Tapi kalau ini yang kita lihat dari pembicaraan kemarin, itu justru dalam wilayah kerja tersebut, ya ini kalau bisa diusahakan secara efisien oleh satu badan usaha, oleh satu kontraktor, ya kita justru ini yang kita coba untuk lakukan transfer know-how yang dari kerja sama kemarin," tambah Yuliot.

Di dalam negeri, ExxonMobil melalui ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) memiliki hak partisipasi di Blok Cepu. Adapun, cadangan migas di Blok Cepu ditemukan sejak 2001. Kontrak kerja sama Blok Cepu ditandatangani pada 17 September 2005 dengan EMCL sebagai operator.

Anak usaha ExxonMobil Corporation itu memegang 45% hak partisipasi atau participating interest (PI), bersama Pertamina EP Cepu yang memegang 45%, dan Badan Kerja Sama Blok Cepu (BKS) dengan 10%.

Rencana pengembangan lapangan disetujui Menteri ESDM pada 15 Juli 2006. Cadangan minyak di Lapangan Banyu Urip saat itu diperkirakan sebesar 450 juta barel. SKK Migas mencatat produksi minyak ExxonMobil Cepu Ltd hingga Mei 2026 mencapai 129.915 bph atau baru terpenuhi 87,5% dari target APBN. [lis/mad]