Skip to main content

Category : Ekonomi & Migas


Harga Gabah Turun, Beras Tak Terpengaruh

Turunya harga jual gabah di kalangan petani tidak mempengaruhi harga beras di pasaran. Harga beras masih dijual stabil sebelum panen raya terjadi di Bojonegoro. Terlihat dari pantuan blokBojonegoro.com di lapangan, harga beras kualitas premium masih dijual di harga Rp8.000 perkilogram.

Pengaruh Cuaca, Harga Gabah Belum Stabil

Panen raya sudah terjadi sejak sebulan, harga gabah masih belum stabil belum mengalami kenaikan. Pengaruh cuaca belakangan terakhir ini, membuat harga gabah masih belum stabil. Harga gabah kering saat ini dijual dengan harga Rp3.200 per kilogram.

Turun, Harga Emas Batangan Dijual Rp586.000 per Gram

Selasa (7/3/2017), harga emas batangan atau Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini dibuka turun Rp3.000 per gram. Sementara harga buyback juga dibuka turun dengan harga sama Rp3.000 per gram.

Pom Mini Mulai Banyak Digunakan Pedagang di Bubulan

Seiring dengan perkembangan jaman yang sangat pesat, banyak perubahan dalam hal alat perdagangan. Tidak terkecuali dalam menjual bahan bakarinyak (BBM). Dulu pedagang BBM eceran biasanya menggunakan botol literan, untuk menampung BBM yang dijual.

Online, Alternatif Penjualan Kurang Laris

Bisnis online masih digunakan oleh pelaku bisnis untuk meningkatkan penjualan. Sebab, dengan online shop dapat menunjang penjualan, selain berjualan di toko. Online juga menjadi alternatif penjualan.

Tak Banyak yang Tahu, Tanaman ini Punya Nilai Ekonomis

Mungkin tanaman yang satu ini banyak tumbuh liar di sekitar desa anda, dan juga tidak banyak masyarakat yang tahu manfaatnya. Tapi berbeda dengan masyarakat di Dusun Bandotan Desa Krondonan Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro, yang menyebut tanaman ini dengan nama Porang atau nama latinnya Amorphophallus muelleri.

Bawang Merah Impor Kurang Diminati Masyarakat

Masuknya bawang merah impor di Pasar Tradisional Bojonegoro belum begitu diminati oleh sebagian masyarakat. Meski dijual dengan harga jauh lebih murah per kilogramnya, namun warga masih enggan mengkonsumsinya. Hal itu disebabkan karena rasa bawang merah impor berbeda dengan bawang merah lokal.