blokBojonegoroTV
Hendak Konvoi, Ratusan Remaja di Bojonegoro Dihukum Dorong Motor
Hendak Konvoi, Ratusan Remaja di Bojonegoro Dihukum Dorong Motor
Hendak Konvoi, Ratusan Remaja di Bojonegoro Dihukum Dorong Motor
Sebuah video diduga rekaman CCTV berdurasi 9 detik tersebar di beberapa WhatsApp Group (WAG). Video tersebut terdapat tulisan PRMPTAN UTARA di sebelah kiri dan di sebalah kanan 2024-07-12 23:65:09, diduga video yang tersebat itu adalah detik-detik saat A (20) korban dikejar gerombolan orang tak dikenal (OTK) sebelum akhirnya meninggal dunia di saluran irigasi.
Seto Utoro (24), pemuda asal Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro sudah tertarik dengan dunia batik-membatik sejak duduk di bangku SMP. Alumnus ISI Surakarta itu adalah orang pertama di keluarganya yang belajar membatik.
Seorang balita berusia 1 tahun harus meregang nyawa terlindas dump truk usai terjatuh saat dibonceng sang ibu, di Jembatan Glendeng perbatasan Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban, Sabtu (13/7/2024) sore hari.
Sebelum disemayamkan, jenazah korban yang ditemukan meninggal di saluran irigasi turut Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro dilakukan autopsi di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, Bojonegoro, Sabtu (13/7/2024).
Kabar meninggalnya seorang remaja di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro masih menjadi perbincangan. Pasalnya, penyebab meninggalnya remaja berinisial A (20) asal Desa Banjaran, Kecamatan Baureno itu masih misterius. <p>
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bojonegoro 2024 semakin dekat. Salah satu figur yang hendak maju dalam kontestasi Pilkada itu, yakni Setyo Wahono, pria asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.
Seorang remaja di Kabupaten Bojonegoro ditemukan meninggal di tepi jalan turut Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro tepatnya di dekat Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban, Sabtu (13/7/2024) dini hari.
Petani Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kini terbiasa menerapkan pertanian ekologis ramah lingkungan. Mereka merasakan metode ini sangat menguntungkan karena bisa menekan biaya produksi dan memperbaiki produktivitas tanah.
Perjalanan bisnis Pasi (48) dan Susi (45), warga Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur beriringan dengan perjalanan hidupnya sebagai pasangan suami istri. Usai menikah, Pasi dan Susi berjualan tahu dan tempe keliling.