Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro terus mendorong pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal. Salah satu inovasi yang kini diperkenalkan adalah KaGeT (Kedewan Geopark Trip), sebuah paket wisata yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman wisata terpadu di Kecamatan Kedewan.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Bojonegoro, Amin Asrofin, menjelaskan bahwa KaGeT merupakan paket wisata geopark yang menggabungkan unsur edukasi, alam, budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui produk UMKM khas Kedewan.
“KaGeT dirancang sebagai paket wisata geopark berbasis potensi lokal. Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam dan situs geopark, tetapi juga mendapatkan pengalaman edukasi dan budaya yang dipadukan dengan kuliner khas Kedewan seperti Sego Gulung, Alpugan, Es Wereng, dan Kopi Dewa Beji,” jelas Amin.
Program ini menawarkan pengalaman perjalanan yang terkonsep, sehingga wisatawan dapat menikmati berbagai potensi unggulan Kedewan dalam satu paket perjalanan. Seluruh destinasi wisata yang menjadi bagian dari KaGeT dibuka setiap hari, sedangkan pelaksanaan paket wisata dijadwalkan setiap Sabtu dan Minggu atau dapat menyesuaikan jadwal keberangkatan serta reservasi peserta.
Disbudpar Bojonegoro menargetkan KaGeT dapat hadir secara rutin agar semakin memudahkan wisatawan menikmati pengalaman wisata geopark di wilayah Kedewan.
“Wisata ini tidak sekadar mengunjungi tempat-tempat menarik, tetapi memberikan pengalaman perjalanan yang lengkap dan berkesan. Kami ingin wisatawan pulang dengan membawa cerita dan pengalaman terbaik dari Kedewan,” tambahnya.
Dalam paket wisata KaGeT, wisatawan dapat mengunjungi sejumlah destinasi unggulan yang menjadi bagian dari kawasan geopark dan wisata berbasis masyarakat di Kedewan, antara lain Agroforestry Hargomulyo, Kampung Tumo, Rumah Singgah Wonocolo, Alang-Alang Teksas Wonocolo, Sumur Mluntur, serta Kebun Alpukat Wonocolo.
Untuk memaksimalkan potensi wisata tersebut, Disbudpar Bojonegoro telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Di antaranya menyusun paket wisata terpadu berbasis geopark dan potensi lokal melalui program KaGeT, melibatkan akademisi, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pemerintah desa, pelaku wisata, dan masyarakat dalam pengembangan destinasi, serta melakukan simulasi perjalanan wisata guna memastikan pelayanan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan.
Selain itu, Disbudpar juga terus memperkuat promosi digital dan branding wisata Kedewan agar semakin dikenal luas, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM lokal agar masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari sektor pariwisata.
Dari sisi paket wisata, KaGeT menawarkan pengalaman Jeep Adventure, wisata geopark, wisata agro, hingga wisata edukasi. Untuk paket keluarga atau kelompok kecil, biaya paket wisata dipatok sekitar Rp310.000 per orang, yang sudah mencakup fasilitas wisata, pemandu wisata, serta kuliner khas daerah.
Amin berharap KaGeT mampu menjadi ikon wisata unggulan Bojonegoro yang dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah.
“Harapan kami, KaGeT tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan UMKM, memperkuat desa wisata, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kedewan. Lebih dari itu, KaGeT diharapkan menjadi wajah baru pariwisata Bojonegoro yang memadukan edukasi, petualangan, budaya, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu pengalaman wisata yang berkesan,” pungkasnya. [riz/mu]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published