Dibandingkan 2016, Pemudik di Terminal Meningkat
Lonjakan penumpang di Terminal Rajekwesi Bojonegoro tahun 2017 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016. Meskipun tahun ini dihitung sampai H+6 sudah banyak dibanding 2016 sampai H+7.
Lonjakan penumpang di Terminal Rajekwesi Bojonegoro tahun 2017 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016. Meskipun tahun ini dihitung sampai H+6 sudah banyak dibanding 2016 sampai H+7.
Sesuai prediksi, puncak arus balik penumpang di Statsiun Besar Bojonegoro mengalami kenaikan. Lonjakan penumpang mencapai 150 persen lebih, pada hari Minggu (2/7/2017) kemarin.
Berhati-hatilah jika anda akan melintas di jalan Deling-Sekar, tepatnya pada tanjakan Keracaan, di sekitar Wisata Negeri Atas Angin. Sebab, jalan menanjak dan curam.
Klaim Jasa Raharja semester pertama ini tercatat meningkat dibanding dengan bulan yang sama di tahun 2016 lalu. Tercatat di Kantor Jasa Raharja Perwakilan Bojonegoro jumlah pembayaran klaim per tanggal 1 Januari hingga di semester pertama tepatnya per 30 Juni 2017 ini jumlah pembayaran klaim Rp5,463 miliar.
Memasuki puncak arus balik 2017 penumpang di Terminal Rajekwesi Bojonegoro mengalami peningkatan. Bahkan lonjakan penumpang di terminal tipe A itu mengalami peningkatan 200 persen lebih pada hari Minggu (2/7/2017).
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bojonegoro geram, karena tidak jelasnya pemulihan kerugian keuangan negara atas korupsi perjalanan dinas (Perdin) anggota DPRD Bojonegoro Tahun 2006/2007, dan mandeknya kasus korupsi bimtek serta sosialisasi perundang-undangan DPRD Bojonegoro Tahun 2012 sampai saat ini.
Arus lalu lintas jalur Bojonegoro-Babat, di akhir libur Lebaran Idul Fitri tahun 2017 ini terpantau lancar, Minggu (2/7/2017). Hal itu terlihat dari pagi tadi tidak terjadi kemacetan dan lengangnya jalanan. Bahkan tidak ada tumpukan kendaraan.
Masuknya alat pemanen padi yang canggih atau petani menyebutnya Komben, tentu akan memberikan dampak positif dan juga negatif di masyarakat.
Setelah panen sebelumnya mendapatkan hasil yang kurang maksimal, bahkan juga ada yang sampai gagal panen. Petani di Desa Sedeng, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro pada panen padi kali ini bisa tersenyum gembira. Pasalnya, padi yang sudah dipanen terjual dengan harga yang lumayan tinggi.
Beginilah kondisi jalan di Dusun Dibal, Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro yang sangat memprihatinkan. Sebab, disamping kondisi jalan berbatu dan menajak juga banyak kerikil berserakan.