Reporter: Anang Febri
blokBojonegoro.com - Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA) Lamongan menggelar Pagelaran Seni dan Budaya Lamongan sebagai implementasi pembelajaran berbasis praktik pada mata kuliah Bahasa dan Budaya Daerah serta Seni Budaya dan Keterampilan, Kamis (4/7/2024). Melalui kegiatan ini, mahasiswa menampilkan beragam karya seni yang mengangkat kekayaan budaya lokal Lamongan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Pagelaran dibuka oleh Dekan Fakultas Agama Islam UNISDA Lamongan, Dr. Sauqi Futaqi, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kreativitas mahasiswa dan dosen yang mampu menghadirkan pembelajaran inovatif sekaligus berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah.
"Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kuliah, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam mengembangkan kreativitas, kemampuan berkolaborasi, serta menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal yang nantinya dapat diwariskan kepada peserta didik," ujarnya.
Ketua Program Studi PGMI UNISDA Lamongan, Retno Nuzilatus Shoimah, M.Pd., mengatakan bahwa pagelaran seni merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik sekaligus kemampuan mengintegrasikan budaya lokal dalam proses pendidikan.
"Sebagai calon guru Madrasah Ibtidaiyah, mahasiswa perlu memiliki kemampuan mengenalkan dan mengembangkan budaya daerah kepada anak-anak sejak usia dini. Oleh karena itu, mata kuliah Bahasa dan Budaya Daerah serta Seni Budaya dan Keterampilan tidak hanya dipelajari secara teoritis, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk karya nyata melalui pagelaran seni," jelasnya.
Beragam penampilan yang disajikan mahasiswa berhasil menarik perhatian sivitas akademika dan tamu undangan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah drama sejarah Lamongan yang mengangkat perjalanan sejarah daerah beserta nilai-nilai perjuangan dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat setempat. Melalui pertunjukan tersebut, mahasiswa menunjukkan kemampuan menyusun naskah, berakting, dan menyampaikan pesan edukatif kepada penonton.
Selain drama, pagelaran juga menghadirkan tari khas Lamongan yang dibawakan mahasiswa dengan balutan busana bernuansa budaya lokal. Penampilan tersebut menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan seni tradisional Lamongan kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah.
Nuansa budaya semakin kuat melalui pembacaan puisi berbahasa Jawa yang menjadi implementasi pembelajaran pada mata kuliah Bahasa dan Budaya Daerah. Penampilan ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengapresiasi bahasa dan sastra daerah sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan bahasa Jawa sebagai identitas budaya bangsa.
Melalui penyelenggaraan pagelaran ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan berkesenian, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam merancang, mempersiapkan, dan melaksanakan sebuah pertunjukan secara kolaboratif. Proses tersebut menjadi sarana penguatan keterampilan komunikasi, kerja sama, kreativitas, dan tanggung jawab yang dibutuhkan sebagai calon pendidik.
Program Studi PGMI UNISDA Lamongan berharap kegiatan serupa terus menjadi bagian dari proses pembelajaran sehingga mampu melahirkan guru Madrasah Ibtidaiyah yang profesional, kreatif, serta memiliki kepedulian dalam melestarikan budaya lokal melalui pendidikan.
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published