Kasi Pendma: KBC, Sentuhan Spiritualitas dan Kepedulian Sosial di Madrasah

Reporter: M. Anang Febri 

blokBojonegoro.com – Kementerian Agama menghadirkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai jawaban atas kegelisahan sosial dan spiritualitas generasi muda. Kurikulum ini mengusung nilai kasih sayang sebagai dasar pembelajaran, berpadu dengan pendekatan deep learning.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Bojonegoro, H. Sholihul Hadi, menjelaskan bahwa KBC menekankan pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi dalam pendidikan.

[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/08/12/kemenag-bojonegoro-siapkan-penerapan-kurikulum-berbasis-cinta-lewat-peran-pengawas/]

"Kurikulum ini hadir karena fenomena anak-anak yang kehilangan nuansa kasih sayang. Kita ingin mengembalikan nilai itu dalam pendidikan," ujar H. Sholi, panggilan akrabnya mengulas pernyataan Menag RI.

Menurutnya, KBC bertujuan membentuk generasi madrasah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya empati, toleransi, dan kepedulian lingkungan.

"Membentuk anak-anak yang tidak hanya pintar, tapi juga penuh cinta dan tanggung jawab sosial," jelasnya.

Ditambahkannya lagi, kurikulum ini dibangun di atas tiga pilar utama. Yakni cinta kepada Tuhan melalui ibadah, cinta kepada sesama melalui sikap toleran, dan cinta kepada lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap isu global. Nilai-nilai agama juga disisipkan untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini.

Berbeda dari kurikulum sebelumnya, KBC menempatkan paradigma cinta sebagai fondasi berpikir dan bertindak. Guru dan siswa diajak untuk memaknai pembelajaran tidak hanya sebagai transfer ilmu, tetapi juga sebagai proses membentuk karakter.

"Deep learning menyentuh aspek proses belajar. Tapi KBC mengubah cara pandang dalam mendidik," tandasnya, Selasa (12/8/2025).

Ia berharap kurikulum ini mampu menyentuh hati peserta didik dan menciptakan suasana madrasah yang hangat dan penuh makna. Dengan kurikulum ini, madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuhnya cinta kepada Tuhan, sesama, dan lingkungan. [Feb/mad]