Pengirim: Tim KKN UNUGIRI di Desa Megale
blokBojonegoro.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PINTAR Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) menggelar Workshop Pemanfaatan Susu Kambing Etawa. Acara berlangsung di SDN Megale 1, Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (12/08/2025) kemarin.
Kegiatan ini dihadiri Pemerintah Desa Megale, Kader PKK, anggota Karang Taruna, dan pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/08/10/bingung-tempat-acara-di-bojonegoro-d-konco-cafe-jawabnya/]
Workshop ini menjadi ajang berbagi ilmu sekaligus praktik langsung mengolah susu kambing etawa menjadi produk yang lebih tahan lama dan bernilai jual tinggi.
Pemilik peternakan kambing etawa sekaligus perangkat Desa Megale, H. Parlan, menjelaskan, manfaat susu kambing etawa bagi kesehatan, ragam olahan yang bisa dibuat, serta peluang pasarnya di Kabupaten Bojonegoro yang dinilainya masih terbuka lebar.
H. Parlan juga memberikan sampel susu segar hasil perasan langsung dari kambing etawa miliknya kepada peserta. Ia menegaskan jika susu kambing etawa ini manfaatnya banyak sekali, dan bisa diolah jadi berbagai produk.
"Kalau dikelola dengan baik, ini bisa jadi peluang ekonomi yang menjanjikan bagi warga desa,” ujar Parlan.
Ia menambahkan bahwa susu kambing etawa juga bisa dibuat lebih menarik dengan variasi rasa seperti melon, cokelat, atau stroberi, bahkan bisa dicampur madu untuk meningkatkan cita rasa dan manfaatnya.
“Kalau mau lebih menarik, susu ini bisa diberi rasa melon, cokelat, atau stroberi. Bisa juga dicampur madu, selain enak rasanya, manfaatnya juga bertambah,” imbuhnya.
Setelah itu, Tim Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat KKN PINTAR UNUGIRI, Azimatul Khusniyah dan Ainun Nafi’ah memandu peserta memahami langkah-langkah mengolah susu kambing etawa menjadi bubuk, mulai dari pemilihan bahan, proses pengeringan, sampai pengemasan yang higienis.
“Kalau masih cair, tanpa dibekukan, susu kambing etawa hanya bertahan sekitar dua jam saja. Dengan diolah menjadi bubuk, masa simpannya bisa jauh lebih lama, sehingga lebih praktis untuk dipasarkan,” terang Azim, panggilan Azimatul Khusniyah.
Tidak hanya teori, peserta juga diajak melihat langsung contoh bubuk susu kambing etawa hasil olahan Tim KKN PINTAR UNUGIRI. Contoh ini diberikan agar peserta bisa membandingkan dan memahami kualitas produk yang siap dijual. [mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published