Oleh: Mila Asmaul Khusna*
blokBojonegoro.com - Mahasiswa KKN-P UNUGIRI Kelompok 2 tak hanya berfokus pada program kerja di bidang pendidikan dan sosial. Mereka juga turut mengenal dan mengapresiasi potensi lokal Desa Sranak, Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.
Salah satunya melalui kunjungan ke rumah diproduksi tahu yang berada di RT 4 Desa Sranak. Kegiatan ini merupakan upaya mengenal lebih jauh kuliner tradisional Indonesia sembari menjalin kolaborasi dengan pelaku UMKM lokal.
[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/07/25/warga-desa-sranak-antusias-siap-kolaborasi-dengan-kkn-pintar-unugiri/]
Di lokasi, mahasiswa KKN berkesempatan menyaksikan langsung proses pembuatan tahu. Yakni roses dimulai dari pencucian kedelai yang kemudian digiling. Hasil gilingan direbus kurang lebih setengah jam hingga sari naik ke permukaan.
“Kalau terlalu cepat diangkat, nanti kualitas tahunya jelek,” terang Bambang, salah satu perajin di rumah produksi tahu tersebut.
Setelah itu sari yang mengapung di saring, lalu diperas dan hasil perasan disebut telah jadi. Kemudian diambil airnya dan ditambah cuka agar menjadi endapan yang menggumpal lalu dicetak.
“Ampasnya bisa dijual untuk dijadikan makanan hewan ternak,” jelasnya.
Safaat Arifin, selaku pengelola dan pemilik rumah produksi menyampaikan bahwa ia mempekerjakan enam karyawan secara bergantian yang dibagi ke tim produksi dan tim penggorengan.
“Untuk penggorengan dilakukan dua kali biar mengembang. Untuk tahu yang sudah siap jual, diantar ke pasar-pasar lintas daerah," terang Safaat.
Mahasiswa KKN mengaku pengalaman ini memberi wawasan baru tentang proses pembuatan salah satu kuliner lokal.
“Setelah melakukan observasi ditempat produksi tahu memberikan inspirasi dan juga edukasi tentang proses pembuatan tahu secara langsung, mulai dari perendaman kedelai hingga tahu siap dijual. Proses pembuatan masih tradisional yang mana tetap dipertahankan sampai sekarang," tambah Siti Khoirun Nisa, salah satu mahasiswa KKN UNUGIRI Kelompok 2.
Pembuatan disesuaikan dengan jumlah pesanan yang ada setiap harinya. Dibalik kunjungan ini terdapat banyak sekali yang bisa dipelajari bukan hanya menambah pengetahuan tentang produksi pangan namun juga mengajarkan pentingnya kerja keras kebersamaan dan inovasi dalam usaha kecil
"Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi awal kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM desa," pungkasnya. [mad]
*Mahasiswa KKN-P UNUGIRI Kelompok 2
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published