Reporter: Muhammad
blokBojonegoro.com - Wacana yang sejak dulu digaungkan oleh Pemkab Bojonegoro, yakni keberadaan flayover untuk memecah kemacetan dan kepadatan kendaraan besar masuk ke Kota Bojonegoro, tengah diseriusi pemerintahan era Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah.
Menggenadeng Pusat Kajian Lembaga Pengembangan dan Kerjasama Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, Bupati Wahono menginisiasi program pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang terintegrasi dengan flayover. Tampak pula terlihat PJ Sekda Andik Sudjawo dan sejumlah pejabat di Pemkab Bojonegoro.
[Baca Juga: INFO WISATA KULIER D'KONCO CAFE https://blokbojonegoro.com/2025/08/10/bingung-tempat-acara-di-bojonegoro-d-konco-cafe-jawabnya/]
Walupun masih sifatnya laporan pendahuluan untuk studi kelayakan JLS, namun patut untuk ditunggu hasilnya. Karena, masyarakat tengah menunggu pengembangan kota yang lebih modern dan berkelanjutan.
Dikutip dari laman media sosial Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, jika ring road dibutuhkan karena wilayah Kota Bojonegoro masih dilalui kendaraan besar yang melintas menuju ke Jawa Tengah.
"Tujuannya untuk mengalihkan arus lalu lintas, mengurangi tingkat kepadatan, menambah keamanan dan kenyamanan, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan," kata Mas Bupati.
Bupati kelahiran Desa Dologede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro itu menerangkan, pengembangan kota bisa melaju ke selatan, karena utara terbentur Bengawan Solo. Harapannya JLS tidak hanya membawa manfaat hari ini saja, tetapi juga membawa dampak ke depan tata kota yang baik.
"Juga, tata kota yang modern dan tata sosial dengan kearifan lokal yang harus tetap dijaga," pungkasnya. [mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published