Hujan Masih Datang, Petani Tembakau Tetap Was-Was

Reporter: Muhammad

blokBojonegoro.com - Hujan yang masih terkadang datang membuat sebagian petani tembakau was-was. Apalagi, mereka yang tanam belakang di Kecamatan Kanor maupun Baureno, Kabupaten Bojonegoro.

Sebab, hujan yang turun biasanya dipakai alasan tengkulak untuk menurunkan harga tembakau rajangan atau kering. Padahal, ada banyak petani yang belum sempat memanen daun basah tembakau dari sawah.

[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/09/13/luas-tanaman-tembakau-tahun-2025-turun-hanya-11-320-ha/]

Pantauan blokBojonegoro.com di Kecamatan Kanor, Minggu (14/9/2025), jika masih banyak tanaman tembakau milik warga yang baru setinggi lutut orang dewasa. Kebanyakan mereka tanam selepas panen padi.

Sedangkan, ada pula yang telah mulai panen daun basah, namun baru panen kedua (gowokan) dengan harga kering rajang Rp35.000/Kilogram. 

"Kemarin malam juga hujan, itu yang kami takutkan. Sebab, biasanya hujan dipakai alasan tengkulak untuk menurunkan harga tembakau kering," kata Ghofur, warga Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.

Pada awal Agustus lalu, di wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro seperti Kecamatan Sukosewu, Sugihwaras, Temayang sampai Kedungadem, harga tembakau kering rajang hasil panen daun ke empat dan ke lima telah hampir menyentuh Rp50.000/Kilogram.

Namun, hujan mengguyur beberapa hari langsung harga pasaran anjlok di angka Rp40.000/Kilogram. Kondisi itu mempengaruhi harga jual di Kecamatan Kanor dan Baureno yang baru mulai panen daun pertama atau gowokan. Sehingga, harga kembali dari awal di kisaran Rp30.000/Kilogram hingga Rp35.000/Kilogram.

"Kalau ada hujan, bisa jadi ketika kami panen awal, harga turun lagi," jelas H. Zaini, warga Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno yang mengaku tanamannya baru selutut orang dewasa. 

Sementara itu data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro hingga Juli 2025, luas tanam tercatat 11.320 hektare dengan sebaran di 26 kecamatan. Luasan tersebut jauh menurun dibanding tahun 2024, luas tanam tembakau mencapai 15.965,94 hektare yang tersebar di 26 kecamatan. 

Untuk produksi tembakau pada 2024 pun terbilang signifikan. Jenis tembakau Jawa, tercatat 5.297,58 ton dalam bentuk rajangan serta 31.198,57 ton dalam bentuk daun basah. Sedangkan untuk jenis Virginia, produksinya mencapai 17.205,92 ton rajangan dan 101.299,57 ton daun basah. [mad]