RSUD Bojonegoro Dilaporkan ke Polisi Dugaan Malpraktik

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Korban dugaan malpraktik asal Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban melaporkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sososdoro Djatikoesoemo Bojonegoro ke Polres Bojonegoro, Selasa (23/9/2025) kemarin.

Kasatreskrim Polres Bojonegoro, AKP Bayu Adjie Sudarmono dikonfirmasi perihal laporan tersebut, pihaknya membenarkan bahwa korban dugaan malpraktik telah melakukan laporan ke Polres Bojonegoro.

“Benar, kemarin lapornya,” ungkap AKP Bayu, Rabu (24/9/2025).

AKP Bayu menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap RSUD Bojonegoro perihal laporan dugaan malpraktik yang mengakibatkan warga Tuban mengalami luka serius tersebut.

“(Dalam waktu dekat) kami akan memanggil pihak RSUD,” jelas polisi lulusan Akpol tahun 2015 ini.

Terpisah, Direktur RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Ani Pujiningrum, berusaha dikonfirmasi mengenai adanya laporan tersebut oleh reporter blokBojonegoro.com belum membalas pesan singkat yang dikirim.

Sebelumnya diberitakan, seorang pasien asal Kabupaten Tuban bernama Duwi Pertiwi, warga Desa Wanglu Wetan, Kecamatan Senori, mengalami luka serius pada kaki kirinya setelah menjalani operasi tulang punggung, pada 12 Agustus 2025 lalu.

Alih-alih membaik, perempuan 24 tahun ini, justru pulang dengan kondisi kaki kiri terluka parah hingga harus dijahit lebih dari 30 kali. Kejadian itu sontak membuat keluarga curiga ada kejanggalan dalam proses medis yang dijalani.

Salah satu keluarga pasien, Yudi menuturkan bahwa sejak awal mereka bingung dengan kondisi yang dialami Duwi pascaoperasi tulang punggungnya. Namun, kemudian muncul luka besar di kaki kiri.

“Awalnya pihak rumah sakit juga tidak memberi penjelasan yang jelas. Kami sempat bingung, karena penyakit yang dioperasi di bagian punggung, tapi setelah operasi justru ada luka besar di kaki kiri," ungkap Yudi, Kamis (11/9/2025).

Setelah didesak oleh keluarga, pihak rumah sakit akhirnya memberi penjelasan. Menurut Yudi, pihak RSUD mengakui luka tersebut timbul akibat gangguan pada alat medis ground cutter yang mengalami konsleting saat operasi, sehingga menimbulkan luka bakar serius.

“Dijelaskan bahwa ada gangguan pada alat medis ground cutternya. Alat itu kata pihak rumah sakit mengalami konsleting sehingga menyebabkan luka bakar pada bagian kaki sehingga dilakukan tindakan medis itu,” jelasnya.

Keluarga merasa kecewa dengan minimnya keterbukaan pihak rumah sakit. Mereka menilai penanganan pasca kejadian pun tidak maksimal.

"Detailnya informasi itu, kita tau setelah 19 hari, dan selama rentan waktu itu sudah beberapa kali kita mintai kejelasan, dan menyampaikan keluhan, tidak ada tindak lanjut, dan baru ditanggapi 31 Agustus kemarin," bebernya.

Sementara itu, dalam klarifikasinya, Direktur RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Ani Pujiningrum juga membenarkan adanya pasien bernama Duwi Pertiwi (24), warga Desa Wanglu Wetan, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban yang menjalani operasi tulang punggung.

"Namun mengalami kejadian tak diharapkan (KTD) saat menjalani operasi tulang punggung dan bukan malpraktek, sehingga rumah sakit akan bertanggungjawab sepenuhnya dengan memberikan pengobatan terbaik," kata Ani.

Ani menjelaskan pasien tersebut saat menjalani operasi pertama dan kedua berjalan lancar, namun pada operasi ketiga mengalami kejadian yang tidak diharapkan.

Pasalnya alat yang biasa digunakan operasi yakni Electro Surgical Unit (ESU) atau kouter yang berfungsi menghentikan pendarahan saat operasi terjadi gangguan teknis sehingga mengakibatkan luka bakar pada kaki kiri pasien.

"Prosedur operasi yang dilakukan sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tidak ada kesengajaan,” tuturnya.

Menurut Ani, setelah kejadian tersebut rumah sakit sudah berkomunikasi dengan keluarga pasien melalui mediator serta meminta maaf atas kejadian yang tidak disengaja itu dan langsung memberikan penanganan terbaik kepada pasien.

"Upaya yang sudah dilakukan membantu kontrol pasien dan mendatangi rumah pasien untuk membantu penanganan,” imbuhnya. [riz/mad]