Siswa MAN 1 Bojonegoro Ciptakan Bioplastik dari Eceng Gondok, Lolos Seleksi Nasional OMI 2025

Reporter: M. Anang Febri 

blokBojonegoro.com - Kabar membanggakan datang dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bojonegoro. Tiga siswanya berhasil lolos seleksi proposal Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 bidang riset, tingkat Madrasah Aliyah, dengan inovasi bioplastik ramah lingkungan berbahan dasar eceng gondok.

Karya riset berjudul Ekocres: Inovasi Bioplastik Ramah Lingkungan dari Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) sebagai Implementasi Hifdz al-Bi’ah ini berhasil memikat perhatian tim penilai dan akan dipresentasikan pada tahap nasional awal November mendatang.

Tim peneliti terdiri dari M. Felix Agustian Fauzy, Alfian Kharis Maulana, dan Arvindo Ahmad Saputra. Mereka mengolah tanaman yang kerap dianggap gulma, yakni eceng gondok, menjadi bioplastik yang dapat terurai lebih cepat dan ramah lingkungan.

"Ekocres itu bioplastik berbahan dasar eceng gondok sebagai implementasi Hifdz al-Bi’ah. Selulosa dari eceng gondok kami ekstrak dan dicampur bahan tertentu hingga menjadi bioplastik. Kami sudah uji coba untuk melihat seberapa cepat terurai di alam. Harapan kami, ini bisa menjaga kelestarian ekosistem tanpa mencemari lingkungan," terang Felix.

Alfian menambahkan bahwa proses riset dilakukan secara teliti, dimulai dari pengambilan sampel di daerah Toyoaji, Desa Wedi, Kecamata Kapas. Yang mana sampel tersebut cukup melimpah di lingkungan sekitar rumahnya.

"Kami ambil eceng gondok, lalu dihaluskan, airnya disaring hingga muncul endapan selulosa. Endapan itu dijemur jadi serbuk, dan serbuk itulah yang kami olah jadi bioplastik. Prosesnya sederhana tapi berdampak besar kalau dikembangkan lebih lanjut," ujarnya dengan semangat.

Sementara itu, Arvindo berharap karya mereka bisa terus berkembang. "Ke depan, kami ingin produk ini lebih sempurna. Dalam uji pengomposan, semoga benar-benar bisa mengimplementasikan konsep Hifdz al-Bi’ah. Harapannya tentu bisa lancar sampai tahap nasional," katanya.

Apresiasi juga datang dari pihak madrasah. Kepala MAN 1 Bojonegoro, Eko Supriyanto, melalui Waka Akademik, Anita Wijayanti, menegaskan dukungannya bahwa inovasi bioplastik eceng gondok dari anak-anak ini sangat potensial.

"Kami berharap suatu saat bisa diterapkan di pasaran, menggantikan plastik konvensional yang sulit terurai oleh alam," ujarnya.

Terpisah, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Bojonegoro, H. Moh. Solihul Hadi, turut memberikan dukungan.

"Kami bangga dengan capaian siswa MAN 1 Bojonegoro. Inovasi ini menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam sains dan teknologi. Semoga di tingkat nasional, karya ini bisa mengharumkan nama Bojonegoro dan Jawa Timur,” ucapnya, Jumat (3/10/2025).

Dengan prestasi ini, MAN 1 Bojonegoro tidak hanya membawa nama baik madrasah, tetapi juga menghadirkan solusi nyata terhadap masalah sampah plastik. Jika lolos ke 30 besar nasional, inovasi “Ekocres” akan menjadi bukti bahwa riset berbasis kearifan lokal bisa memberi kontribusi besar bagi lingkungan dan masyarakat luas. [feb/mad]