Middle Blocker Putri Terbaik di Final Four, Shelber, Maya Indri, Myrasuci atau Asyifa

Reporter: Muhammad

blokBojonegoro.com - Partai puncak Livoli Divisi Utama 2025, yakni Final Four sektor putri yang digelar mulai 10 sampai 19 Oktober 2025 di GOR Ki Mageti, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, semua tim akan menunjukkan pemain-pemain terbaiknya. Selain opposite, outside hitter dan setter, juga middle blocker yang patut diperhitungkan.

[Baca Juga: SIAPA JUARA LIVOLI DIVISI UTAMA 2025? https://blokbojonegoro.com/2025/10/05/indomaret-bergantung-saputra-bersaudara-ada-pak-lurah-dimas-dan-bintang/]

Sebab, selain membendung serangan, middle blocker tugasnya menyerang dari dekat net melalui quick smash cepat dan tajam. Inilah diantara middle blocker yang patur ditunggu aksinya di lapangan saat Final Four.



- Shella Bernadetha Onnan (Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia)

Selama babak reguler II di GOR Bojonegoro, Shella Bernadetha Onnan cukup tangguh bersama Geofanny Eka di barisan depan Petrokimia Gresik. Mulai penyisihan sampai jadi juara Pool DD, middle blocker tangguh ini menjadi andalan.

Shelber, panggilan akrabnya juga jadi benteng di Tim Nasional Voli Putri Indonesia. Dengan kemampuan blok solid dan smes cepat yang mematikan, Shelber tampil sebagai sosok sentral, karismatik, dan rendah hati, sehingga menjadi idola penggemar voli tanah air. 

Tahun lalu, di Final Four, Shelber ikut serta membawa Petrokimia Gresik meraih Juara dan jadi menggondol penghargaan pribadi Best Middle Blocker.



- Maya Kurnia Indri (Surabaya Bank Jatim)

Middle blocker senior ini masih jadi andalan Bank Jatim meski usianya sudah 33 tahun. Ia adalah Maya Kurnia Indri. Di Livoli Divisi Utama 2025, Maya Kurnia Indri berperan penting membawa Bank Jatim lolos ke babak Final Four. 

Maya Kurnia memang sudah tidak asing bagi volimania. Ia telah puluhan tahun berkecimpung di voli profesional, membela berbagai klub besar di Proliga maupun Livoli, serta memperkuat Timnas Indonesia di sejumlah ajang internasional. Meski sudah berusia 33 tahun, Maya masih tampil kompetitif. Tingginya yang mencapai 189 cm membuatnya tetap disegani sebagai salah satu middle blocker terbaik Indonesia. 

Tahun 2009, Maya mulai tampil di Proliga bersama Gresik Petrokimia. Setahun ke Garuda Indonesia, Jakarta Popsivo Polwan, Jakarta Pertamina Energi, Jakarta Elektrik PLN, hingga Jakarta BNI 46. Selain menjuarai beberapa kali bersama tim di Proliga, Maya juga sukses di Livoli. Ia tercatat beberapa kali membawa timnya menjuarai Livoli Divisi Utama, termasuk bersama Bank Jatim pada tahun 2022 dan 2024. 

Level internasional, Maya membela Timnas Voli Putri Indonesia di SEA Games 2011 dan 2015. Ia turut mempersembahkan medali perunggu di kedua edisi tersebut. Pengalaman ini membuatnya semakin matang sebagai pemain. Maya juga tampil bersama Timnas di berbagai turnamen Asia, termasuk AVC dan VTV Cup. Salah satu pencapaian pentingnya adalah medali perunggu di VTV International Volleyball Cup 2016.



- Myrasuci Indriani (Rajawali O2C Ciparay)

Siapa yang tidak kenal tembok kuat Tim Nasional Putri Voli Indonesia. Ia adalah Myrasuci Indriani, yang di Final Four nanti akan membela Rajawali O2C Ciparay. Sejak Babak Reguler I di GOR Nambo, Tangerang, ia jadi momok menakutkan lawan di depan net. Bahkan, dua kali timnya mempecundangi Bank Jatim sebelum ada Megatron, Megawati Hangestri Pertiwi.

Myrasuci Indriani lahir di Purwokerto pada 27 Oktober 2003. Usianya kini 22 tahun, dan ia berposisi sebagai middle blocker dengan tangan dominan kanan. Perjalanan kariernya dimulai ketika ia bergabung dengan Jakarta Pertamina Fastron di Proliga 2022. Meski baru debut, Myrasuci langsung menarik perhatian karena permainan block-nya yang kokoh.

Pada tahun yang sama, ia ikut membawa BIN O2C menjuarai Livoli Divisi 1 2022. Gelar tersebut mengantarkan tim promosi ke Livoli Divisi Utama. Myrasuci lalu bergabung dengan Bandung BJB Tandamata, kemudian Jakarta BIN pada musim 2023–2024, dan kembali ke BJB Tandamata sebelum memperkuat Rajawali O2C pada Livoli Divisi Utama 2025.

Di level timnas, Myrasuci sudah tampil sejak SEA V League 2022. Ia terus dipercaya membela Indonesia di ajang SEA Games 2023, AVC Nations Cup 2023, hingga SEA V League 2023 dan 2025. Meski performanya di SEA V League 2025 mendapat kritik, Myrasuci Indriani tetap punya rekam jejak prestasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan usia 22 tahun, peluangnya untuk bangkit dan memperbaiki performa masih terbuka lebar. 



- Asyifa Fitri Nurlatifah (TNI AU Electric)

Namanya Asyifa Fitri Nurlatifah. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat pada 16 Januari 2000. Ia saat ini merupakan anggota TNI AU, sehingga cukup pas saat membela TNI AU Electric di Final Four.

Pemain dengan tinggi 170 cm ini selalu memperkuat TNI AU Electric di kompetisi Livoli Divisi Utama. Ia pertama kali membela TNI AU Electric pada Livoli Divisi Utama 2022 lalu. Saat itu, Asyifa Fitri Nurlatifah dkk berhasil meraih runner up.

Bermain sebagai middle blocker, Asyifa Fitri Nurlatifah jadi andalan TNI AU Electric untuk meraih poin sebagai blocker. Pada level Proliga, Asyifa Fitri Nurlatifah pernah bergabung dengan Bandung BJB Tandamata pada Proliga 2024 lalu.

Setelah itu, ia kembali membela TNI AU Electric di kompetisi Proliga 2025 dan Livoli Divisi Utama 025. Memang namanya tidak setenar Shelber, Maya Kurnia Indri dan Myrasuci, namun aksi menawannya di lapangan patut ditunggu saat Final Four nanti. [mad]