Benih Emas dari Bojonegoro: Liga Bintang Tutup Tirai dengan Cinta dan Juang

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Suasana GOR Gayam sore itu berubah menjadi lautan sorak dan tepuk tangan. Di bawah gemerlap lampu, anak-anak berbakat Bojonegoro menutup perjalanan panjang Liga Bina Bulu Tangkis (Bintang) Bojonegoro 2025 dengan tawa dan air mata haru. Ajang yang telah bergulir sejak Juli ini menjadi penanda berakhirnya kompetisi bulu tangkis beregu anak pertama di Bojonegoro.

Didukung penuh oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), bermitra dengan Ademos, serta mendapat dukungan dari PBSI Bojonegoro dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Liga Bintang bukan hanya sekadar kompetisi olahraga. Ia menjadi wadah pembinaan karakter, semangat juang, dan kebersamaan bagi anak-anak di Bumi Angling Darma yang sedang menapaki mimpi menuju prestasi nasional.

Pertarungan sengit di seri final menutup rangkaian Liga Bintang dengan suasana dramatis. Di kategori Beregu Putra Anak, PB Mannah tampil perkasa dan menyabet Juara 1, disusul PB Bangkit sebagai Juara 2 dan PB Thanggul Djoyo di posisi ketiga. Sementara di Beregu Putri Anak, giliran PB Bangkit yang berjaya di puncak podium, mengungguli PB Thanggul Djoyo dan PB Mannah.

Bagi para pemain muda, kemenangan ini lebih dari sekadar medali. Reynand Abiyyu Fawwas dari PB Mannah (Juara Beregu Putra Anak) menuturkan rasa harunya dengan mata berbinar.

"Semua pertandingan sangat seru dan menegangkan! Kami berjuang mati-matian di lapangan untuk nama PB Mannah. Liga ini mengajarkan kami bahwa di lapangan kita rival, tapi di luar lapangan kita semua teman. Kunci kemenangan kami adalah disiplin dan tidak pernah menyerah, bahkan saat poin sudah jauh. Gelar ini adalah hadiah terbaik untuk pelatih dan orang tua kami. Kami siap untuk Liga Bintang tahun depan dan akan mempertahankan gelar ini!" ujarnya penuh semangat.

Tak kalah semringah, Syafilla dari PB Bangkit (Juara Beregu Putri Anak) juga membagikan euforia kemenangannya.

"Perjuangan kami sejak bulan Juli terbayar lunas. Ini bukan hanya kemenangan PB Bangkit, tapi kemenangan persahabatan dan kerja keras tim kami. Semangat kami adalah ‘satu jatuh, semua bangkit’. Terima kasih untuk EMCL dan Ademos yang telah mengadakan liga beregu ini. Rasanya berbeda! Kami jadi lebih kompak dan saling mendukung. Gelar ini adalah cambuk untuk kami agar tidak cepat puas dan terus berlatih demi mimpi membela Indonesia" tegasnya.

Keberhasilan penyelenggaraan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Ketua Ademos, A. Shodiqurrosyad, menilai Liga Bintang sebagai langkah strategis jangka panjang dalam pembinaan generasi muda Bojonegoro.

"Liga Bintang ini bukan hanya kompetisi, melainkan sebuah investasi jiwa pada masa depan Bojonegoro. Kami melihat kilau di mata setiap anak, semangat juang yang tak gentar, itulah bintang sejati yang kami harapkan lahir dari kompetisi ini," ungkapnya.

"Ademos percaya, pembangunan daerah dimulai dari pemberdayaan akar rumput, dan anak-anak inilah fondasi kuatnya. Kami telah menanamkan benih, mari bersama-sama kita sirami agar kelak mereka tumbuh menjadi pohon prestasi yang menaungi nama Bojonegoro di kancah nasional, bahkan dunia," tambahnya penuh visi.

Peran korporasi turut menjadi pilar penting keberhasilan ajang ini. Joni Wicaksono, Public Government Affair (PGA) EMCL, menegaskan bahwa Liga Bintang adalah wujud nyata komitmen perusahaan dalam pengembangan SDM lokal.

"Dukungan EMCL terhadap Liga Bintang Bojonegoro adalah wujud komitmen nyata kami dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah operasi. Bulu tangkis adalah olahraga pemersatu bangsa, dan melalui ajang beregu ini, kami ingin menanamkan nilai kerjasama tim dan sportivitas sejak dini. Selamat kepada para juara dan seluruh peserta! Kalian adalah bibit emas Bojonegoro. Teruslah berlatih, karena masa depan bulu tangkis Indonesia ada di tangan kalian yang muda," tegas Joni. 

Dari sisi pemerintah daerah, dukungan dan apresiasi juga mengalir deras. Eko Cahyono, perwakilan Pemerintah Kecamatan Gayam, menyampaikan rasa bangga atas suksesnya pelaksanaan liga.

"Atas nama Pemerintah, kami bangga GOR kami menjadi panggung lahirnya atlet-atlet terbaik Bojonegoro. Antusiasme yang luar biasa ini membuktikan bahwa semangat olahraga di Gayam dan seluruh Bojonegoro sangat tinggi. Kami mengapresiasi sinergi EMCL, Ademos, PBSI, dan Pemkab Bojonegoro. Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif seperti ini, menjadikan olahraga sebagai budaya dan gaya hidup sehat di setiap desa," katanya penuh keyakinan.

Tak semua tim pulang dengan piala, namun banyak yang membawa pulang pelajaran berharga. Shokip, Pelatih PB Satria Ngasem, menyebut bahwa hasil ini menjadi motivasi besar bagi timnya.

"Walau PB Satria Ngasem belum berhasil merebut gelar juara, pencapaian ini adalah bukti bahwa kerja keras anak-anak kami tidak sia-sia. Kebersamaan dan mental bertanding anak-anak telah terasah luar biasa melalui format beregu ini" tutur Shokip. 

Dia juga melihat potensi yang sangat besar. Kekalahan hari ini adalah bahan bakar untuk berlatih lebih keras lagi. Pihaknya pulang membawa pengalaman berharga dan janji untuk kembali di tahun 2026 dengan tekad yang lebih membara.

"Selamat untuk para juara, kalian adalah inspirasi kami" katanya. 

Liga Bintang Bojonegoro 2025 resmi menutup tirainya, meninggalkan kisah inspiratif tentang kerja keras, sportivitas, dan kebersamaan. Namun semangat itu tidak akan padam di GOR Gayam saja.

Dari tangan-tangan kecil anak-anak Bojonegoro, benih-benih emas bulu tangkis Indonesia telah ditanam, menunggu waktu untuk tumbuh dan mengharumkan nama bangsa. [feb/mad]