Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Cepu mendapat bekal penting untuk meningkatkan daya saing melalui pelatihan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kebersihan produksi. Program ini digagas ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Ademos dalam rangka pengembangan sarana dan pemasaran UMKM di Kabupaten Blora.
Pelatihan sehari ini menekankan pentingnya konsistensi dan kepercayaan konsumen. Peserta dibimbing menerapkan proses produksi higienis, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan aman, hingga kebersihan diri dan peralatan.
Ali Mahmud, Public and Government Affairs EMCL, menyebut dukungan ini bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap kemandirian ekonomi masyarakat.
"Kami di EMCL tidak hanya fokus pada energi, tetapi juga energi yang menggerakkan masyarakat, yakni kemandirian ekonomi. SOP dan higienitas adalah fondasi agar produk UMKM bisa menembus pasar lebih luas," ujarnya.
Ketua Ademos, Ahmad Shodiqurrosyad (Arsyad), menegaskan pelatihan ini mendorong perubahan mentalitas bisnis.
"Tantangan UMKM bukan di kreativitas, tapi di standarisasi. Kreativitas tanpa SOP membuat produk tidak konsisten. Dengan SOP dan sertifikasi higienitas, produk mereka punya ‘paspor’ untuk terbang lebih jauh," jelasnya.
Sementara itu salah satu peserta, Dwi Wulan Utami, pemilik usaha camilan Sigeyong, mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru.
"Dulu kami produksi berdasarkan kebiasaan. Sekarang paham pentingnya SOP agar kualitas stabil dan siap masuk toko modern," tuturnya.
EMCL dan Ademos berkomitmen melanjutkan pendampingan agar penerapan SOP dan kebersihan produksi berjalan konsisten dan berkelanjutan, menciptakan ekosistem UMKM Cepu yang tangguh dan layak jual di pasar kompetitif. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published