Perkuat Sinergi Lintas Sektor, EMCL bersama INSPEKTRA Gelar Lokakarya Keamanan Jalur Pipa Minyak Banyu Urip

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama INSPEKTRA menggelar Lokakarya Keamanan dan Keselamatan Jalur Pipa Minyak Lapangan Banyu Urip, Jumat (7/11/2025), di Creative Room Gedung Pemkab Bojonegoro lantai 6.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, aparat keamanan, lembaga teknis, hingga masyarakat yang berada di sekitar jalur pipa. Forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan keselamatan jalur pipa Banyu Urip–Kedungkeris, yang merupakan objek vital nasional (Obvitnas).

Kepala Bappeda Bojonegoro, Ahmad Gunawan, menilai lokakarya ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antarlembaga sekaligus menjaga keseimbangan pembangunan.

"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar keselamatan jalur pipa tetap terjaga, namun lahan di atasnya tetap produktif untuk pertanian. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur, energi, dan ketahanan pangan," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan EMCL, Rifqi Romadhon, menekankan bahwa keberhasilan operasional migas di Bojonegoro tidak terlepas dari dukungan pemerintah dan masyarakat.

"Operasional EMCL tidak bisa berjalan sendiri. Kami memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Sinergi seperti inilah yang memastikan keselamatan jalur pipa tetap terjaga dan manfaat ekonomi bisa dirasakan bersama," ungkapnya.

Dalam lokakarya ini, tim Security EMCL bersama Pamobvitnas Polda Jawa Timur memaparkan aspek teknis konstruksi dan pengamanan jalur pipa minyak sepanjang 72 kilometer, yang melintasi Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Jalur ini dilengkapi penanda setiap 100 meter serta pelindung berstandar tinggi untuk mencegah kebocoran dan gangguan eksternal.

Perwira Koordinator Pamobvitnas Polda Jatim, AKBP Mufid, menegaskan bahwa pengamanan jalur pipa minyak sebagai Obvitnas merupakan tanggung jawab bersama.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat agar setiap aktivitas di sekitar jalur pipa berjalan aman. Prinsipnya, menjaga objek vital negara harus dilakukan dengan tetap menjaga hubungan sosial yang baik," ujarnya.

Sebagai fasilitator kegiatan, INSPEKTRA turut menyampaikan hasil dari program Pertanian Berkelanjutan dan Aman yang telah diterapkan di sepanjang jalur pipa.

Manajer Program INSPEKTRA, Handoko, menyampaikan bahwa 330 petani telah dilibatkan dalam pelatihan pembuatan pupuk organik, pengendalian hama terpadu, dan penggunaan decomposer alami.

"Kami terus mendampingi petani agar bisa berproduksi dengan cara yang aman dan ramah lingkungan tanpa mengganggu jalur pipa minyak. Ketika hasilnya terbukti lebih baik, para petani semakin percaya diri untuk menerapkan pertanian berkelanjutan," tuturnya.

Dari forum tersebut, sejumlah dinas teknis seperti Dinas PU Bina Marga, Dinas SDA, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, BBWS, serta BPBD Bojonegoro memberikan masukan terkait pengelolaan kawasan jalur pipa. Beberapa poin penting yang dihasilkan antara lain penguatan regulasi daerah, peningkatan koordinasi lintas instansi, dan pengembangan model pertanian berkelanjutan berbasis keselamatan energi nasional. 

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan pembacaan kesimpulan bersama oleh perwakilan EMCL, INSPEKTRA, dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Foto bersama peserta menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keamanan jalur pipa sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Melalui kegiatan ini, EMCL menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan operasional migas yang aman, selamat, dan berkelanjutan, dengan melibatkan kolaborasi erat antara industri, pemerintah, dan masyarakat. [feb/mad]