Reporter: Muharrom
blokBojonegoro.com - Penyakit TBC atau singkatan dari Tuberkulosis, masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional. Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan beban kasus terbanyak kedua sebanyak 1,9 juta ribu jiwa dan kematian 125 ribu atau setara dengan 14 kematian per jam.
Mengingat tingginya kasus, Presiden Prabowo Subianto memasukkan program penuntasan TBC menjadi program prioritas. Untuk Kabupaten Bojonegoro, data di Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, hingga Oktober 2025 telah menemukan kasus TBC sebanyak 2.366 kasus atau 78 persen dari penemuan kasus yang ditarget Kemenkes RI.
Dari jumlah tersebut, masyarakat yang telah mengikuti pengobatan sebanyak 2.140 kasus atau 90 persen. Sedangkan angka keberhasilan pengobatan 98 persen atau 2.308 kasus.
TENTANG TBC
TBC adalah singkatan dari Tuberkulosis, yakni penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyebar ke organ lain seperti tulang, kelenjar getah bening, ginjal, atau selaput otak.
PENYEBAB DAN PENULARAN
Penyebab: Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Penularan: Bakteri menyebar melalui udara saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Partikel droplet dari udara tersebut dapat terhirup oleh orang lain.
GEJALA
Batuk berdahak atau batuk darah selama 2 minggu atau lebih.
- Nyeri dada
- Sesak napas
- Demam
- Keringat di malam hari, meskipun tidak beraktivitas
- Kelemahan badan dan kurang enak badan
- Nafsu makan menurun dan berat badan menurun
PENGOBATAN
Pengobatan: Pengobatan TBC harus tuntas sesuai anjuran dokter. Menghentikan pengobatan sebelum waktunya dapat menyebabkan resistensi obat.
Pola hidup sehat: Menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan seimbang, cukup istirahat, tidak merokok, dan tidak minum alkohol penting untuk mendukung penyembuhan.
PENCEGAHAN
- Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
- Menggunakan masker saat berinteraksi dengan penderita TBC.
- Memastikan sirkulasi udara yang baik di ruangan.
- Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala.
LAMA PENGOBATAN
Kasus TBC paru umumnya: Membutuhkan pengobatan minimal selama 6 bulan, meskipun bisa 9 atau 12 bulan.
Kasus TBC laten (terdapat infeksi tetapi tidak aktif secara klinis) pada anak: Pengobatan dengan obat anti-TBC (OAT) dapat berlangsung selama 9 bulan.
Kasus TBC parah atau resisten obat: Membutuhkan pengobatan lebih lama, bisa 18-24 bulan.
MENGAPA PENGOBATAN HARUS TUNTAS?
Bakteri TBC mati perlahan: Meskipun merasa lebih baik, bakteri masih hidup di tubuh, sehingga pengobatan harus dilanjutkan hingga semua bakteri mati.
Mencegah resistensi obat: Menghentikan pengobatan lebih awal dapat menyebabkan bakteri TBC menjadi resisten (kebal) terhadap obat, membuat penyakit lebih sulit diobati.
Mencegah kekambuhan: Pengobatan yang tidak tuntas berisiko tinggi menyebabkan penyakit kambuh.
APA YANG HARUS DILAKUKAN?
Konsultasi dengan dokter: Diskusikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan diagnosis dan rencana pengobatan yang tepat.
Minum obat secara teratur: Ikuti petunjuk dokter dengan cermat dan jangan pernah berhenti minum obat tanpa anjuran dokter.
Pemeriksaan lanjutan: Tetap lakukan pemeriksaan lanjutan yang disarankan dokter, seperti tes dahak dan rontgen, untuk memantau perkembangan penyakit
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published