Pengirim: M. Ainun Najib
blokBojonegoro.com - SDN Bakung Kanor, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, resmi meluncurkan aplikasi Sistem Informasi SD Negeri Bakung (SIMBA) pada 8 November 2025. Aplikasi ini menjadi tonggak baru digitalisasi layanan sekolah dasar di daerah tersebut. SIMBA dikembangkan sejak 29 September 2025 dan diselesaikan pada 6 November 2025, kemudian langsung diterapkan untuk seluruh warga sekolah dan wali murid.
Kepala SDN Bakung Kanor, Ibu Sutini, S.Pd., menjelaskan bahwa lahirnya aplikasi SIMBA berangkat dari kebutuhan sekolah akan sistem informasi yang efektif, transparan, dan terintegrasi. “Kami ingin seluruh kegiatan administrasi, komunikasi, dan pelaporan dapat dilakukan secara digital agar efisiensi kerja meningkat dan pelayanan kepada peserta didik serta orang tua lebih optimal,” ungkapnya.
Pengembangan SIMBA dimulai dari perencanaan internal sekolah. Tim melibatkan guru-guru yang memiliki kompetensi teknologi informasi, termasuk Bapak Pambudi, S.Pd., yang menjadi inisiator utama. Operator sekolah dan pihak eksternal turut membantu pada tahapan pengujian dan penyempurnaan sistem. Dengan kolaborasi tersebut, SIMBA berhasil disiapkan dalam waktu relatif singkat tanpa mengurangi kualitas pengembangannya.
Tujuan utama pengembangan SIMBA adalah menghadirkan layanan pendidikan yang lebih akurat dan transparan melalui digitalisasi manajemen sekolah. Menurut Ibu Sutini, aplikasi ini dirancang untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan dengan menyediakan sistem pencatatan absensi, penilaian, kesehatan siswa, hingga tabungan sekolah secara real time. Seluruh informasi tersebut dapat diakses dengan mudah oleh orang tua melalui gawai masing-masing, sehingga keterlibatan mereka dalam memantau perkembangan anak menjadi lebih efektif dan menyeluruh.
“Dengan SIMBA, kami berharap proses administrasi dan komunikasi berjalan lebih cepat dan akurat. Transparansi menjadi nilai utama yang ingin kami bangun,” tambahnya.
Manfaat Aplikasi Simba terhadap Komunikasi Guru dan Orang Tua
SIMBA menghadirkan fitur komunikasi dua arah yang memungkinkan guru mengirimkan laporan akademik maupun non-akademik siswa secara langsung. Hal ini semakin mempererat kemitraan antara sekolah dan keluarga. Respon warga sekolah pun positif; para orang tua merasa lebih mudah memantau perkembangan anak.
Hal tersebut dibenarkan oleh guru kelas, Bapak Fa’iz Nur Abdillah, S.Pd. Ia mengungkapkan bahwa SIMBA sangat membantu guru dalam administrasi kelas. “Absensi, nilai, dan laporan perkembangan kini tersimpan rapi dan bisa diakses kapan saja. Yang paling membantu adalah fitur rekap nilai otomatis dan komunikasi dengan orang tua,” ujarnya. Ia juga menyatakan kebanggaannya karena inovasi digital ini muncul dari lingkungan sekolah dasar.
Suara Orang Tua, siswa dan Dampaknya bagi Keterlibatan Keluarga
Para wali murid menyambut baik kehadiran SIMBA. Ibu Vivin, salah satu orang tua siswa, menyampaikan bahwa aplikasi ini membuat proses memantau perkembangan belajar anak menjadi lebih mudah dan transparan. “Sekarang tinggal buka SIMBA, semua informasi sudah ada. Saya merasa lebih terlibat dalam pendidikan anak karena bisa cek nilai dan absensi setiap saat,” tuturnya.
Tidak hanya guru dan orang tua, siswa pun turut merasakan dampaknya. Zahra, siswa SDN Bakung Kanor, merasa bangga karena sekolahnya memiliki aplikasi sendiri. “Aku senang banget! Sekolahku jadi kelihatan keren dan maju. Setelah ulangan, aku dan Mama sering buka SIMBA bareng. Jadi makin semangat belajar,” katanya.
Tantangan dan Arah Pengembangan SIMBA ke Depan
Ibu Sutini mengakui bahwa tantangan terbesar terletak pada adaptasi sumber daya manusia. Sebagian guru, siswa, dan wali murid membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan teknologi baru. Namun melalui pelatihan, hambatan ini semakin berkurang dari waktu ke waktu.
Walaupun belum meraih penghargaan resmi karena masih dalam tahap pengembangan lanjutan, pihak sekolah optimistis bahwa SIMBA akan berdampak positif terhadap prestasi sekolah ke depannya. Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro juga memberikan dukungan moral serta apresiasi atas inovasi tersebut.
Ke depan, SDN Bakung Kanor berencana menambahkan fitur pembelajaran daring, sistem penilaian otomatis, integrasi data Dapodik, serta publikasi aplikasi ke Play Store dan App Store. “Kami ingin SIMBA tidak hanya bermanfaat bagi sekolah kami, tetapi juga menjadi inspirasi digitalisasi sekolah dasar di Bojonegoro dan daerah lainnya,” pungkas Ibu Sutini.
Pengirim adalah pengamat pendidikan dan alumni mahasiswa Prodi PAI, Fakultas Tarbiyah, UNUGIRI
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published