Musim Hujan Tiba, Jalan Dusun Bunten Bojonegoro Jadi Genangan Lumpur
Sejumlah pelajar saat membersihkan lumpur yang menempel di ban motor mereka (Foto: tangkapan layar)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Saat musim hujan tiba, suara knalpot motor terdengar berulang di jalan menuju Dusun Bunten, Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Beberapa pelajar tampak berhenti di tengah jalan tanah yang basah dan berlumpur. 

Dengan tangan berlumur tanah liat, mereka berusaha membersihkan roda motor yang macet karena roda motornya dipenuhi lumpur tebal.

Hal tersebut, menjadi rutinitas warga Dusun Bunten setiap kali musim hujan tiba. Jalan sepanjang 1,5 kilometer yang menjadi satu-satunya akses menuju desa induk berubah menjadi genangan lumpur yang licin. Tak hanya pelajar, para petani pun harus ekstra hati-hati saat membawa hasil panen.

“Kalau hujan, jalannya berubah jadi lumpur tebal. Anak-anak sekolah harus dorong motor dan bersihkan lumpur dulu biar bisa jalan,” ungkap salah satu warga dengan nada pasrah.

Video perjuangan para pelajar menembus jalan berlumpur itu baru-baru ini viral di media sosial. Pemandangan tersebut menyentuh banyak hati, sekaligus menggambarkan betapa sulitnya akses transportasi warga di daerah pelosok tenggara Bojonegoro ini.

Kepala Desa Tondomulo, Yanto, membenarkan bahwa, dalam video yang tersebar di berbagai platform medsos itu memang terjadi di wilayahnya. Ia mengatakan, jalan tersebut masih berupa tanah dan melintasi kawasan milik Perhutani.

“Benar, itu jalan di Desa Tondomulo. Jalannya memang masih tanah dan termasuk lahan milik Perhutani,” terang Yanto, Kamis (13/11/2025).

Ia menjelaskan, perbaikan terakhir dilakukan pada tahun 2022 melalui program Karya Bakti Sosial Berskala Besar (KBSB). Namun, setelah itu belum ada pembangunan lanjutan, hingga sekarang.

“Terakhir dibangun tahun 2022 lewat program KBSB. Kami berharap pembangunan bisa dilanjutkan lagi, entah melalui program KBSB atau TMMD, supaya akses warga bisa lancar,” ujar Yanto.

Yanto membeberkan, Dusun Bunten sendiri dihuni sekitar 96 Kepala Keluarga (KK). Jalan ini menjadi nadi kehidupan bagi mereka, seperti akses ke sekolah, pasar, hingga ladang. 

Saat cuaca cerah, debu beterbangan. Namun ketika hujan, jalan berubah menjadi jebakan lumpur yang membuat kendaraan tersangkut di tengah perjalanan.

“Jalan itu penting sekali bagi warga. Semua aktivitas, termasuk anak sekolah dan hasil pertanian, lewat sana. Jadi kalau hujan turun, semuanya jadi terhambat,” pungkasnya. [riz/mad]