Fidyah Orang Tua yang Tidak Mampu Berpuasa
Ilustrasi bayar fidyah pakai beras

Oleh: Kiai Ahmadi Ilyas*

blokBojonegoro.com - Kurang lebih dua bulan lagi, umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Sebagai muslim, tentunya melakukan persiapan dalam rangka menyambutnya.

Abu Bakar al-Waraq seorang ulama sufi Persia abad ke-9 yang juga dikenal sebagai Muhammad Ibnu Umar al-Hakim al-Tirmidhi al-Balkhi berkata, bulan Rajab adalah bulan bercocok tanam, bulan Sya’ban adalah bulan memelihara tanaman dan bulan Ramadan adalah bulan menikmati hasil tanaman. 

Meski puasa merupakan kewajiban, namun ada enam golongan yang boleh tidak melaksanakan puasa. Dalam kitab Kasyifatus Saja, Syekh Muhammad Nawawi Al-Jawi Al-Bantani mengatakan:

يباح الفطر في رمضان لستة للمسافر والمريض والشيخ الهرم أي الكبير الضعيف والحامل ولو من زنا أو شبهة ولو بغير آدمي حيث كان معصوما والعطشان أي حيث لحقه مشقة شديدة لا تحتمل عادة عند الزيادي أو تبيح التيمم عند الرملي ومثله الجائع وللمرضعة ولو مستأجرة أو متبرعة ولو لغير آدمي

Artinya: Enam orang berikut ini diperbolehkan berbuka puasa di siang hari bulan Ramadhan. Mereka adalah pertama musafir, kedua orang sakit, ketiga orang jompo (tua yang tak berdaya), keempat wanita hamil (sekalipun hamil karena zina atau jimak syubhat [kendati wanita ini berjimak dengan selain manusia tetapi ma’shum]). Kelima orang yang tercekik haus—serupa dengan orang yang tercekik haus ialah orang yang laparnya tidak terperikan—, dan  keenam wanita menyusui baik diberikan upah atau suka rela (kendati menyusui bukan anak Adam, hewan peliharaan misalnya).

Dalam rubrik kali ini, akan dijelaskan hukum orang tua yang tidak mampu puasa (jompo) dan wajib mengganti puasa dengan membayar fidyah. Saya sampaikan dalam bentuk dialek untuk lebih memudahkan.

Kapan fidyah orang tua yang tidak mampu puasa di tunaikan? Boleh pada setiap hari di mana orang tua tidak berpuasa. Juga boleh dibayarkan bersama-sama di akhir atau setelah Ramadan.

شرح البهة الوردية 151/7
فرع بحث الزركشي أن الفدية على التراخي لعدم التعدي

بجيرمي على شرح المنهاج 84/2
لأن المد لايتكرر مطلقا لأن وجوبه على التراخي

Adapun ta'jil sebelum Ramadan tidak di perbolehkan

وقال النووي : اتفق أصحابنا على أنه لا يجوز للشيخ العاجز والمريض الذي لا يرجى برؤه تعجيل الفدية قبل دخول رمضان ، ويجوز بعد طلوع فجر كل يوم ، وهل يجوز قبل الفجر في رمضان ؟ قطع الدارمي بالجواز وهو الصواب 
المجموع للنووي 6 / 260

Apakah boleh fidyah berupa uang? Menurut jumhur ulama' tidak boleh. Namun madzhab Hanafi memperbolehkan.

Mausuu’ah al-Fiqhiyyah 35/103 ].

وأما عن إخراج هذه الفدية بالقيمة فلا يجوز إخراجها قيمة عند جماهير العلماء خلافاً لأبي حنيفة رحمه الله، والصحيح مذهب الجمهور؛ لقوله تعالى: وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ {البقرة:184}، ولا يجوز إخراج الفدية قبل الوجوب ولا تجزئ إلا بعده، ولا تجب الفدية إلا بطلوع فجر اليوم، فإن شاء أخرجها كل يوم وإن شاء جمع أياماً بعد مضيها.

Siapakah yang berhak menerima fidyah? Orang fakir dan miskin

[Al-Iqna' juz 1 hal 225 ].

ومصرف الفدية الفقراء والمساكين فقط دون بقية الاصناف الثمانية المارة في

قسم الصدقات لقوله تعالى * (وعلى الذين يطيقونه فدية طعام مسكين) * والفقير أسوأ حالا منه، فإذا جاز صرفها إلى المسكين فالفقير أولى

Namun yang perlu diperhatikan adalah konsep makanan pokok versi Hanafiyah yang tidak sama dengan mazhab lain, baik dari segi jenisnya ataupun kadarnya. Karena itu nilai nominalnya (qimah) pun menjadi berbeda dari mazhab-mazhab lain. 

Dalam perspektif Hanafiyah, makanan yang menjadi standar adalah terbatas pada jenis-jenis makanan yang disebutkan dalam hadits Nabi, yaitu kurma, al-burr (gandum), anggur dan al-sya’ir (jewawut). Hanafiyyah tidak memakai standar makanan pokok sesuai daerah masing-masing. 

Sementara kadarnya adalah satu sha’ untuk jenis kurma, jewawut, dan anggur (menurut sebagian pendapat, kadarnya anggur adalah setengah sha’). Sedangkan untuk gandum adalah setengah sha’. Ukuran satu sha’ menurut Hanafiyah adalah 3,25 kilogram (hitungan versi Syekh Muhammad Hasan Muhammad Hasan Isma’il, editor kitab Mukhtashar al-Fatawa al-Mahdiyyah cetakan Dar al-Kutub al-Ilmiyyah-Beirut), berarti setengah sha’ adalah 1,625 kg.

Dengan demikian, cara menunaikan fidyah dengan uang versi Hanafiyah adalah nominal uang yang sebanding dengan harga kurma, anggur, atau jewawut, seberat 3,25 kilogram (untuk per hari puasa yang ditinggalkan, selebihnya mengikuti kelipatan puasanya). Bisa memakai nominal gandum seberat 1,625 kg (untuk per hari puasa yang ditinggalkan, selebihnya mengikuti kelipatan puasanya).

*Rubrik Tanya Jawab Fiqih diproduksi oleh LBM PCNU BOJONEGORO