Hujan Deras Berpotensi Guyur Bojonegoro saat Malam Tahun Baru
Hujan lebat yang menyebabkan jalanan di Kota Bojonegoro terendam banjir (Foto: blokBojonegoro.com/Rizki Nur Diansyah)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Rencana perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kabupaten Bojonegoro perlu diiringi kewaspadaan ekstra. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem yang berpeluang terjadi di wilayah Jawa Timur, termasuk Bojonegoro, pada periode akhir Desember hingga malam Tahun Baru.

BMKG menyampaikan, hampir seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan dan sebagian berada pada puncaknya. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan meningkat dan dapat berdampak pada aktivitas masyarakat.

“Cuaca ekstrem ini dipengaruhi aktifnya monsun Asia serta adanya bibit siklon tropis 93S di sekitar Samudra Hindia selatan Jawa Barat yang berdampak tidak langsung terhadap wilayah Jawa Timur,” ungkap Kepala BMKG Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan dalam keterangan tertulis.

Kondisi tersebut, lanjut Taufiq, diperkuat oleh suhu muka laut yang masih hangat dan atmosfer lokal yang labil, sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif pemicu hujan lebat, petir, dan angin kencang.

BMKG mengingatkan, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin kencang, hingga pohon tumbang dapat terjadi, khususnya di daerah dengan topografi perbukitan maupun kawasan rawan genangan di Bojonegoro.

Hal senada dikatakan, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi. Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang, terutama di wilayah rawan dan kawasan wisata alam.

"Libur Nataru identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk wisata alam. Kami mengingatkan agar keselamatan menjadi prioritas utama di tengah cuaca yang tidak menentu," ujar Heru Wicaksi, Jumat (26/12/2025).

Untuk memastikan liburan tetap aman dan nyaman, BPBD Bojonegoro menyampaikan lima imbauan penting kepada masyarakat. Pertama, selalu mengecek lokasi tujuan dan menghindari daerah rawan banjir maupun longsor. Kedua, menyiapkan tas siaga berisi obat-obatan dan perlengapan darurat.

Ketiga, mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain atau berenang di sungai, waduk, maupun embung tanpa pengawasan. Keempat, rutin memantau informasi cuaca terkini dari BMKG atau BPBD.

Heru menambahkan, Bojonegoro memiliki sejumlah destinasi wisata alam yang banyak dikunjungi saat libur panjang, seperti Kayangan Api, Waduk Pacal, Air Terjun Kedung Maor dan Kedung Gupit, Negeri di Atas Angin Desa Deling, kawasan sumur minyak tua Wonocolo di Kecamatan Kedewan, hingga Gunung Pandan di Desa Klino, Kecamatan Sekar. 

“Seluruh lokasi tersebut perlu diwaspadai karena rentan terdampak cuaca ekstrem,” pungkasnya. [riz/mad]