Jalan Poros Desa di Bojonegoro Rusak, Warga Ngumpakdalem Tanami Pohon Pisang

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Sejumlah warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, meluapkan kekecewaan mereka dengan cara unik. Sejumlah pohon pisang ditanam di sepanjang ruas jalan poros desa sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang rusak parah dan tak kunjung mendapat perbaikan selama bertahun-tahun.

Aksi tersebut dilakukan karena jalan paving yang menjadi akses utama aktivitas warga setempat mengalami kerusakan. Jalan poros desa itu, digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari menuju lahan pertanian hingga aktivitas ekonomi sehari-hari.

Salah seorang warga, Aziz mengungkapkan, kerusakan terjadi pada jalan poros desa sepanjang belasan kilometer. Menurutnya, kondisi jalan semakin membahayakan saat musim hujan karena banyak lubang yang tergenang air.

“Kalau musim hujan seperti sekarang, banyak genangan air di mana-mana. Apalagi malam hari sangat berbahaya karena lubang jalan tidak terlihat,” ungkap Aziz, Jumat (16/1/2026).

Aziz menjelaskan, penanaman pohon pisang tersebut, sengaja dilakukan agar Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan tersebut. Terlebih, lokasi jalan poros desa itu hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Bojonegoro.

“Harapan kami jalan ini segera dibangun agar warga bisa melintas dengan aman dan nyaman untuk aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Ngumpakdalem, Ahmad Burhani, membenarkan adanya aksi penanaman pohon pisang oleh warganya. Ia menyebut aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan masyarakat atas kondisi jalan desa yang rusak.

Meski demikian, Burhani memastikan pemerintah desa akan segera melakukan penanganan sementara dengan menimbun lubang-lubang jalan menggunakan material pedel agar aktivitas warga tidak terganggu.

“Kami mengapresiasi segala bentuk masukan dan kritik dari warga. Hari ini rencananya jalan yang berlubang akan segera kami urug,” terang Burhani.

Burhani memaparkan bahwa, status jalan tersebut merupakan jalan desa. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama untuk melakukan pembangunan secara menyeluruh.

“Desa Ngumpakdalem wilayahnya sangat luas. Anggaran desa kami sekitar Rp300 juta, tentu tidak akan mampu membangun jalan poros desa yang panjangnya belasan kilometer,” bebernya.

Ia berharap rencana pemekaran Desa Ngumpakdalem yang pernah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dapat segera direalisasikan. Pasalnya, Desa Ngumpakdalem merupakan salah satu desa terluas di Bojonegoro dengan luas wilayah mencapai 798,283 hektare, terdiri dari lima dusun dan dihuni sekitar 13.439 jiwa. [riz/mad]