Angkutan Pelajar Gratis Bojonegoro Terhenti, Terkendala Administrasi

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Layanan Angkutan Pelajar (Apel) gratis di Kabupaten Bojonegoro sempat terhenti pada awal tahun 2026. Program yang telah berjalan sejak Maret 2025 itu berhenti sementara lantaran terkendala proses administrasi yang belum rampung.

Terhentinya layanan tersebut, memicu keluhan dari sejumlah orang tua siswa. Sebab, keberadaan angkutan pelajar gratis selama ini dinilai sangat membantu, terutama dalam menjamin keselamatan anak-anak yang berangkat dan pulang sekolah tanpa harus mengendarai kendaraan sendiri.

Keluhan tersebut ramai disampaikan warga melalui media sosial. Salah satunya datang dari akun Facebook bernama NW Novi di grup Media Bojonegoro.

“Teruntuk Pak Bupati dan Bu Wabup, mau tanya, apakah angkutan (pelajar) gratis ditiadakan? Karena bagi kami angkutan gratis sangat membantu sekali,” tulisnya.

Nada serupa juga disampaikan akun Instagram adi.b3b3ku melalui kolom komentar di akun pribadi Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah.

“Bu, angkutan pelajar gratis pripun niki, dilanjut nopo mboten (Angkutan pelajar gratis gimana ini, dilanjut atau tidak),” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Angkutan Darat dan Sungai Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Mohammad Aris Hidayatullah, memastikan bahwa program angkutan pelajar gratis tidak dihentikan secara permanen.

“Saat ini, kami masih melengkapi administrasi untuk kembali mengoperasikan Angkutan Pelajar Gratis,” ungkap Aris, Kamis (22/1/2026).

Aris menjelaskan, pada tahun 2026 ini program Angkutan Pelajar Gratis akan didanai melalui APBD Kabupaten Bojonegoro. Namun demikian, seluruh tahapan administrasi dan mekanisme operasional harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum layanan kembali berjalan.

“InsyaAllah bulan depan, kembali beroperasi. Doakan bisa secepatnya beroperasi,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2025 lalu, Dishub Kabupaten Bojonegoro telah mengoperasikan sebanyak 107 armada Apel Gratis. Terdapat tujuh rute yang dilintasi angkutan tersebut, yakni Perkotaan Bojonegoro, Bojonegoro–Baureno, Bojonegoro–Padangan, Bojonegoro–Temayang, Tambakrejo–Padangan, Kalitidu–Ngasem, dan Sumberrejo–Kedungadem. [riz/mad]