Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Bojonegoro merilis rincian fenomena gerhana yang akan terjadi sepanjang tahun 2026. Dari empat peristiwa gerhana—dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan—hanya satu yang dapat diamati dari Indonesia.
Sekretaris LFNU Bojonegoro, Alfan Maghfuri menjelaskan, secara astronomis tahun 2026 akan diwarnai dua kali gerhana Matahari dan dua kali gerhana Bulan. Namun secara visibilitas, masyarakat Indonesia hanya berkesempatan menyaksikan satu gerhana, yakni Gerhana Bulan Total pada Maret 2026.
Gerhana pertama adalah Gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada Selasa Kliwon, 29 Syaban 1447 H atau 17 Februari 2026. Fenomena ini berlangsung mulai pukul 09:56:14 UT (16:56:14 WIB) hingga pukul 14:27:26 UT (21:27:26 WIB). Wilayah yang dapat mengamati gerhana ini meliputi Afrika Selatan, Amerika Selatan, dan Antartika. Sementara Indonesia tidak dapat menyaksikannya.
Peristiwa kedua adalah Gerhana Bulan Total yang terjadi pada Selasa Wage, 13 Ramadan 1447 H atau 3 Maret 2026. Gerhana dimulai pukul 09:49:57 UT (16:49:57 WIB) hingga pukul 13:17:15 UT (20:17:15 WIB). Fenomena ini dapat diamati di wilayah Eropa Timur, Asia, Australia, dan Amerika, termasuk Indonesia.
Berdasarkan data pengamatan dari kantor PCNU Bojonegoro (07° 10' 03" LS, 111° 53' 30" BT), fase awal umbra terjadi pukul 16:49:57 WIB. Puncak gerhana berlangsung pukul 18:33:36 WIB, sementara fase total berakhir pukul 19:02:49 WIB dan gerhana berakhir sepenuhnya pada pukul 20:17:15 WIB.
Gerhana ketiga adalah Gerhana Matahari Total yang terjadi pada Kamis Pahing, 29 Safar 1448 H atau 13 Agustus 2026. Peristiwa ini berlangsung mulai pukul 15:33:59 UT (22:33:59 WIB) hingga pukul 19:57:42 UT (02:57:42 WIB). Wilayah yang dapat mengamati antara lain Eropa, Asia Utara, Afrika Utara dan Barat, serta Amerika Utara. Indonesia kembali tidak termasuk wilayah pengamatan.
Sedangkan gerhana terakhir adalah Gerhana Bulan Sebagian pada Jumat Pahing, 15 Rabiul Awal 1448 H atau 28 Agustus 2026. Gerhana terjadi mulai pukul 02:33:42 UT (09:33:42 WIB) hingga pukul 05:52:00 UT (12:52:00 WIB). Fenomena ini dapat diamati di Eropa, Asia Barat, Afrika, dan Amerika. Sementara Asia Timur termasuk Indonesia tidak dapat mengamatinya.
Sekretaris LFNU Bojonegoro menyampaikan, informasi ini penting sebagai rujukan edukasi falakiyah sekaligus panduan bagi masyarakat, khususnya umat Islam, dalam memahami fenomena astronomi yang berkaitan dengan penanggalan Hijriah.
"Dari empat peristiwa gerhana di tahun 2026, hanya satu yang bisa diamati dari Indonesia, yaitu Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026. Ini menjadi momen penting untuk edukasi dan pengamatan bersama," jelas Alfan.
LFNU Bojonegoro juga mengajak masyarakat untuk mengikuti perkembangan informasi resmi terkait pengamatan gerhana dan potensi pelaksanaan salat gerhana sesuai ketentuan syariat. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published