Solidaritas Ramadan Pekerja EMCL, 609 Anak Yatim dan Dhuafa Terima Santunan

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Di tengah upaya mempertahankan kapasitas produksi minyak nasional, para pekerja ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menyalurkan santunan kepada 609 anak yatim dan dhuafa di wilayah operasi Blok Cepu, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu dan Kamis (5/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Dakwah Islam (BDI) EMCL ini menyasar 250 anak yatim dari 12 desa di Kecamatan Gayam serta 359 anak di Kecamatan Kalitidu. Bantuan berupa paket perlengkapan sekolah dan santunan tunai tersebut berasal dari sedekah mandiri para pekerja yang dikumpulkan sejak awal Ramadan.

Sejumlah pimpinan perusahaan turut hadir mendampingi kegiatan tersebut, di antaranya Maintenance Manager EMCL Syamsuar Samsudin dan Supply Chain Manager EMCL Hendra Priadi. Keduanya bersama para pekerja mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang digelar di balai kecamatan setempat. Kehadiran manajemen dan pekerja ini menjadi bentuk interaksi langsung antara industri hulu migas dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Ketua BDI EMCL, Imam Chudori, mengatakan partisipasi pekerja dalam kegiatan sosial tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Lebih dari 50 pekerja terlibat aktif dalam penggalangan donasi.

"Tahun ini kami bisa merangkul lebih banyak penerima manfaat dari desa-desa di lingkar tambang," ungkap Imam.

Salah satu penerima bantuan, Pandu (11), siswa kelas 5 SD asal Desa Cengungklung, mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi kelanjutan pendidikannya. Pandu yang kini tinggal bersama nenek dan adiknya setelah sang ayah wafat, memiliki cita-cita menjadi seorang dokter.

Camat Gayam, Erna Zulaikah, mengapresiasi inisiatif para pekerja EMCL yang secara personal menggalang bantuan bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, sinergi antara operator Blok Cepu dan masyarakat lokal perlu terus diperkuat, mengingat wilayah ini memiliki peran strategis dalam produksi minyak nasional.

Senada dengan itu, Camat Kalitidu, Djuana Poerwiyanto, berharap dukungan industri kepada para pemangku kepentingan di daerah dapat terus berlanjut demi menjaga kelancaran operasional sektor hulu migas.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengajian singkat oleh Imro’atun Nafisah Al Camelia yang menyampaikan tausiah mengenai keutamaan menyantuni anak yatim, dilanjutkan dengan buka puasa bersama tokoh masyarakat dan pimpinan kecamatan setempat. [feb/mad]