Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Sehari menjelang hari raya idulfitri 1447 Hijriah, warga Kota Bojonegoro mengalami kesulitan mencari LPG 3 kilogram atau gas melon. Akibatnya, warga menggunakan kayu bakar untuk masak persiapan lebaran, Kamis (19/3/2026).
Warga Kelurahan Ledok Wetan, Rahul Oscarra mengungkapkan, ia sudah beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan gas subsidi tersebut. Padahal, ia tinggal di kawasan perkotaan.
“Sekarang susah sekali cari LPG 3 kilogram. Kalau pun ada, harganya Rp30 ribu,” ujar Rahul.
Kondisi tersebut, lanjut Rahul, memaksa warga setempat beralih ke cara lama. Warga kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak kebutuhan sehari-hari.
“Tadi sore Bu Lik masak kikil, tapi karena gasnya tidak ada, akhirnya pakai kayu bakar,” jelasnya.
Disisi lain, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan distribusi LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Bojonegoro tetap berjalan lancar di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
Kepastian itu disampaikan menyusul beredarnya informasi pada Selasa (17/3/2026) malam terkait kelangkaan LPG 3 kilogram di sejumlah titik di Bojonegoro.
Dalam laporan yang beredar, masyarakat disebut kesulitan mendapatkan gas subsidi karena stok di pangkalan terbatas, sementara harga di tingkat pengecer disebut mencapai Rp25 ribu per tabung.
Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) langsung melakukan pengecekan lapangan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari percepatan suplai, ketersediaan stok, hingga distribusi di tingkat pangkalan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya memastikan percepatan suplai dan kelancaran distribusi, tetapi juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
"Pertamina secara rutin menyalurkan LPG 3 kilogram sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Kami juga melakukan pemantauan distribusi secara berkala untuk memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat," ungkapnya.
Sebagai langkah penguatan pengawasan, Pertamina melalui Satuan Tugas (Satgas) Idulfitri menyiagakan lembaga penyalur selama 24 jam. Tim ini bertugas memantau penyaluran LPG hingga ke tingkat pangkalan, sekaligus memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan, termasuk penerapan harga eceran tertinggi (HET). [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published