INSPIRA RISBO dan Mimpi Besar Akademisi Bojonegoro: Dari Lokal Menuju Dampak Global
INSPIRA RISBO, Dari Lokal Menuju Dampak Global (Foto: blokBojonegoro/M. Anang Febri)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Di tengah kompleksitas tantangan pembangunan daerah, sekelompok akademisi di Bojonegoro memilih tidak tinggal diam. Dari kegelisahan itulah lahir INSPIRA RISBO, sebuah gerakan kolaboratif berbasis riset yang kini resmi dilantik.

Dewan Pembina INSPIRA RISBO, Assoc. Prof. Dr. Hj. Sri Budi Cantika Yuli, M.M, mengungkapkan bahwa organisasi ini bukan sekadar wadah formal, melainkan gerakan moral akademisi.

"Kami gelisah melihat perkembangan Bojonegoro. Banyak capaian luar biasa, tapi kami merasa harus ikut terlibat dan memberikan standar melalui riset," ungkapnya.

Sebagai akademisi, lanjutnya, mereka memiliki tanggung jawab dalam Tridharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

"Kami setiap tahun harus menghasilkan penelitian dan publikasi. Itu bukan hanya kewajiban, tapi juga kontribusi nyata," ujarnya.

Ia bahkan mencontohkan bagaimana riset yang dilakukan mampu menembus forum internasional.

"UMKM dan industri dari Bojonegoro sudah kami bawa hingga ke Jepang dan Polandia. Ini bukti bahwa potensi lokal bisa mendunia," tambahnya.

Ketua Umum INSPIRA RISBO, Ima Isnaini Taufiqur Rohmah, menegaskan bahwa organisasi ini dibangun dengan semangat kolaborasi lintas sektor. Ia juga menekankan pentingnya pembangunan berbasis data.

"Ini berawal dari diskusi sederhana antar akademisi. Tapi kami punya satu tujuan: bagaimana ilmu pengetahuan bisa berdampak langsung bagi masyarakat. Pembangunan tanpa riset itu kurang tepat. Karena itu kami hadir untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data dan kebutuhan masyarakat," tegasnya.

Melalui konsep “Asta INSPIRA”, organisasi ini merumuskan delapan pilar utama sebagai arah gerakan. Mulai dari penguatan keilmuan hingga inovasi berkelanjutan.

Program yang disiapkan pun tidak main-main. Di antaranya akselerasi koperasi digital berbasis perempuan, penguatan UMKM batik, hingga pengembangan wilayah berbasis Smart Training Center.

Selain itu, INSPIRA RISBO juga menargetkan pembinaan generasi muda melalui inkubasi riset dan penguatan akademisi muda.

"Adik-adik SMA juga akan kita sentuh. Kita ingin mencetak generasi dengan mindset akademik dan inovatif sejak dini," ujar Ima.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah, melihat kehadiran INSPIRA RISBO sebagai peluang besar bagi pembangunan daerah.

"Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari kemiskinan, stunting, hingga pengangguran. Ini tidak bisa diselesaikan tanpa kolaborasi dan riset," kata Wabup Nurul Azizah.

Ia berharap INSPIRA RISBO mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis data.

Dengan semangat “From Local Strength to Global Impact”, INSPIRA RISBO tidak hanya ingin berkontribusi di tingkat lokal, tetapi juga membawa Bojonegoro ke panggung global melalui kekuatan riset dan inovasi. [feb/mad]