Subsidi Tepat Diperkuat, Pertamina Patra Niaga Optimalkan Layanan QR Code di Jatim
Evaluasi dan pemutakhiran data konsumen secara berkala untuk kemudahan akses BBM subsidi (Foto: Istimewa)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus memperkuat komitmennya menjaga keandalan pasokan energi sekaligus memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran. Salah satu langkah yang dilakukan adalah evaluasi dan pemutakhiran data konsumen secara berkala, agar akses terhadap BBM subsidi semakin mudah dan akurat.

Pada Rabu 29/4/2026, Pertamina menerima aspirasi dari kelompok sopir truk terkait penerapan barcode dalam program Subsidi Tepat. Dalam pertemuan tersebut, para sopir menyampaikan berbagai kendala di lapangan, mulai dari persoalan teknis hingga harapan agar kebijakan tidak menghambat distribusi logistik.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa pemutakhiran data menjadi langkah strategis untuk memastikan penggunaan QR Code berjalan sesuai aturan.

"Pemutakhiran data merupakan langkah strategis untuk memastikan penggunaan QR Code dan kuota BBM subsidi sesuai dengan kepemilikan kendaraan yang sah," ungkap Ahad.

Ia menambahkan, penerapan QR Code dalam program Subsidi Tepat merupakan kebijakan pemerintah untuk menjamin distribusi BBM bersubsidi seperti Biosolar dan Pertalite tepat sasaran. Dalam hal ini, Pertamina bertindak sebagai pelaksana distribusi sesuai penugasan pemerintah.

Menurut Ahad, aspirasi yang disampaikan para sopir menjadi perhatian penting bagi perusahaan.

"Aksi yang dilakukan para sopir merupakan bentuk penyampaian aspirasi dan perhatian dari pelanggan. Kami memandang hal ini secara positif dan berkomitmen untuk terus mendengarkan serta menindaklanjuti setiap masukan," tuturnya.

Terkait kendala QR Code, Pertamina menjelaskan bahwa sistem secara berkala memantau data kendaraan dan pola transaksi di SPBU. Sistem juga mampu mendeteksi anomali, seperti pengisian dalam jumlah besar dalam waktu berdekatan atau di beberapa SPBU berbeda dalam waktu singkat. Kondisi ini berpotensi menunjukkan penyalahgunaan, sehingga perlu dilakukan verifikasi ulang.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Pertamina telah membuka 147 helpdesk yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Layanan ini disiapkan untuk mempercepat proses verifikasi dan mengaktifkan kembali QR Code agar dapat digunakan dalam pembelian BBM subsidi.

Dari data terbaru, tercatat 119 kendaraan telah melakukan pendaftaran ulang untuk pengaktifan QR Code. Sebanyak 87 kendaraan atau sekitar 73,1 persen telah berhasil, sementara 32 kendaraan lainnya masih terkendala. Permasalahan yang muncul di antaranya nomor polisi belum terdaftar, QR Code terhapus, hingga perlunya revisi data kendaraan.

Pertamina mengimbau masyarakat yang datanya belum aktif agar segera melakukan pendaftaran ulang menggunakan data kendaraan yang sesuai. Proses ini dirancang sederhana agar masyarakat tetap dapat mengakses BBM subsidi dengan lancar dan aman.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pertamina tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan distribusi energi yang lebih adil dan tepat sasaran. [feb/mad]