SMAN 1 Bojonegoro Raih Penghargaan, Perkuat Budaya Integritas dan Karakter
Foto bersama Kepala SMAN 1 Bojonegoro, Wiwik Widowati, dan Kepala SMKN 1 Tuban, Sucipto, bersama Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro, Agus Hariyono, usai menerima penghargaan dari Gubernur Khofifah (Foto: Istimewa)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Komitmen SMAN 1 Bojonegoro dalam membangun budaya integritas dan karakter kembali mendapat pengakuan. Sekolah tersebut menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas tata kelola pendidikan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada mutu.

Kepala SMAN 1 Bojonegoro, Wiwik Widowati, menegaskan bahwa nilai integritas dan karakter tidak hanya ditanamkan kepada siswa, tetapi juga kepada seluruh warga sekolah, termasuk guru dan orang tua.

"Penanaman karakter itu menyeluruh, mulai dari kejujuran, kedisiplinan, hingga tanggung jawab. Semua kegiatan kita arahkan agar berjalan dengan baik dan benar," ujarnya saat dijumpai blokBojonegoro.com disela aktivitasnya, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, seluruh program sekolah disesuaikan dengan kebutuhan dan posisi sekolah, dengan fokus utama pada integritas, karakter, dan prestasi berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari internal sekolah hingga orang tua dan masyarakat luas.

"Ini bukan kerja satu pihak. Ada partisipasi semesta, melibatkan siswa, guru, orang tua, hingga instansi terkait. Semua berperan dalam membangun budaya karakter dan prestasi yang berkelanjutan," lengkap Wiwik.

Dalam pelaksanaannya, SMAN 1 Bojonegoro juga aktif berkolaborasi dengan berbagai lembaga, seperti Palang Merah Indonesia untuk kegiatan donor darah, Dinas Kesehatan untuk program kesehatan, serta pihak kepolisian setempat dalam menjaga keamanan lingkungan sekolah.

Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur tersebut, lanjutnya, menjadi motivasi tambahan bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Ia menilai, apresiasi ini bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga dan meningkatkan standar yang telah dicapai.

"Integritas itu syarat utama. Setinggi apa pun prestasi siswa, kalau tidak dibarengi karakter yang kuat, hasilnya tidak akan maksimal. Maka kami terus menanamkan karakter sebagai fondasi utama," tegasnya.

Selain itu, komunikasi dengan orang tua siswa juga terus diperkuat guna mendukung setiap kegiatan sekolah. Wiwik menyebut, keterbukaan informasi menjadi kunci dalam membangun kepercayaan dan partisipasi masyarakat.

Ia berharap, capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lain di Bojonegoro untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, sekolah diyakini mampu mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berintegritas tinggi.

Terpisah, Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban, Agus Hariyono, mengungkapkan bahwa saat kegiatan upacara peingatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 pada 4 Mei 2026 kemarin, disela kegiatan itu Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa juga melaunching beberapa sekolah yang menjadi pioneer sebagai sekolah berintegritas berkarakter dan berprestasi. Beberapa diantaranya ialah SMAN 1 Bojonegoro dan SMKN 1 Tuban.

"Hal ini nanti muaranya akan mewujudkan zona integritas di satuan pendidikan. Tetapi, tidak menutup kemungkinan nanti akan diikuti oleh sekolah-sekolah yang lain setelah program ini diluncurkan. Karena kami sangat yakin bahwasanya komitmen Bu Khofifah terhadap dunia pendidikan terutama SMA, SMK, dan SLB yang menjadi wilayah Provinsi Jawa Timur itu selalu didorong untuk berkembang, berinovasi, dan juga berprestasi," paparnya saat dikonfirmasi blokBojonegoro.com melalui jaringan seluler.

Pihaknya menilai, capaian ini merupakan salah satu langkah positif untuk mendukung beberapa komitmen satuan pendidikan menciptakan lembaga-lembaga yang berintegritas berkarakter dan juga berprestasi. [feb/mad]