Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Tak hanya bekerja di lapangan minyak, puluhan pekerja ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) turun langsung bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus berbagi pengetahuan kepada pelajar di sekitar wilayah operasi Kedung Keris, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro.
Lebih dari 60 pekerja dari Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris bersama warga Desa Sukoharjo dan Desa Leran bergotong royong membersihkan kawasan agrowisata Sukoharjo, menanam pohon di sepanjang jalan Dusun Kalipang, Desa Leran, serta memberikan edukasi di SDN Leran IV dan MTs Raudlatul Huda, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan bertema “Hijaukan Masa Depan, Wujudkan Keselamatan” tersebut dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Camat Kalitidu, Kapolsek Kalitidu, serta jajaran Muspika turut hadir dan mengikuti kegiatan bersama para relawan yang mengenakan kaos berwarna cokelat.
Kepala Desa Sukoharjo, Sulistiyawan, menyambut kedatangan para relawan EMCL sekaligus mengajak mereka melihat kawasan agrowisata desa. Meski kawasan tersebut telah ditata dan cukup rindang, sejumlah sampah bekas pengunjung masih terlihat berserakan.
Kondisi itu kemudian menjadi sasaran kerja bakti. Warga bersama para pekerja EMCL membersihkan sampah di sejumlah titik sebelum dilanjutkan dengan penanaman pohon.

Lokasi agrowisata yang berada tidak jauh dari jalan raya dan kawasan Bengawan Solo tersebut dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai destinasi yang dapat mendukung perekonomian masyarakat.
"Kawasan ini memang terus kami kembangkan agar bisa menarik banyak pengunjung dan menghidupkan ekonomi warga," ungkap Sulistiyawan kepada media, Kamis (8/10/2026).
Usai membersihkan dan menghijaukan kawasan agrowisata, para relawan melanjutkan kegiatan ke sekolah. Mereka mengisi kelas di SDN Leran IV dan MTs Raudlatul Huda dengan materi yang berkaitan dengan keselamatan, lingkungan, dan pengenalan profesi di industri hulu migas.
Pekerja yang sehari-hari bertugas sebagai pengendali hama di lapangan minyak memberikan edukasi mengenai cara menghadapi hewan, termasuk ular. Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diperlihatkan peragaan penanganan ular secara aman.
Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan, terutama ketika ular digunakan sebagai bagian dari peragaan.

Edukasi keselamatan juga diberikan oleh petugas pemadam dan penyelamatan. Para siswa diperkenalkan dengan cara mengenali potensi bahaya api serta tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
Sementara itu, pekerja di bidang lingkungan mengajarkan siswa mengenai pentingnya memilah sampah. Sekolah juga mendapatkan fasilitas tempat sampah terpilah untuk mendukung penerapan kebiasaan tersebut.
Kegiatan itu sekaligus memperkenalkan kepada para siswa bahwa pekerjaan di industri migas tidak hanya berkaitan dengan pengeboran atau teknik perminyakan. Ada pula pekerja yang memiliki keahlian di bidang lingkungan, pengendalian hama, pemadam kebakaran, hingga keselamatan dan penyelamatan.
Kepala Desa Leran, Mutabi’in, mengapresiasi dedikasi dan komitmen para relawan EMCL. Menurutnya, kehadiran para pekerja memberikan pengalaman sekaligus inspirasi bagi anak-anak di desanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan. Pelibatan berbagai fungsi departemen di internal EMCL, menurutnya, juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat.
"Kita jadi kenal mereka, dan mereka juga tahu kondisi kami di desa," tuturnya.
Sementara itu, perwakilan EMCL, Ali Mahmud, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kesempatan kepada para pekerja untuk terlibat dalam kegiatan bersama warga.
Menurutnya, dukungan masyarakat dan pemerintah setempat menjadi bagian penting dalam kelancaran kegiatan industri hulu migas di wilayah operasi.
Karena itu, EMCL berkomitmen untuk terus menjadi tetangga yang baik bagi masyarakat di sekitar wilayah operasinya.
"Operasi di Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris telah menyumbang lebih dari 25 persen produksi minyak nasional, itu adalah pencapaian kita bersama," tandasnya. [feb/mad]