PDKB Bojonegoro Dorong Disabilitas Mandiri, Peluang Kerja Kian Terbuka

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB) mendorong penyandang disabilitas terus mengembangkan potensi diri dan meningkatkan kemandirian melalui kesempatan kerja, pelatihan keterampilan, serta pengembangan usaha.

Ketua PDKB Bojonegoro, Sanawi, menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri kegiatan Fasilitasi Penempatan Tenaga Kerja Disabilitas yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro di MCM Hotel Wisata Bojonegoro, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disperinaker Bojonegoro, Ieke Nur 'Afni Yuliastanti, S.E., M.Si., beserta jajaran. Hadir pula penyandang disabilitas bersama pendamping serta sejumlah perwakilan perusahaan, di antaranya Koperasi Karep Unit MPS Kapas, PT Shoufung Lastindo, dan PT Barokah Angkling Darna Kalitidu.

Sanawi mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terhadap penyandang disabilitas, khususnya dalam membuka akses terhadap pekerjaan dan pemberdayaan ekonomi.

"Kami dari PDKB mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro yang telah memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas dari berbagai sektor. Kami berharap perhatian ini terus meningkat, terutama dalam memberikan kesempatan kerja dan memberdayakan potensi teman-teman disabilitas," ungkap Sanawi.

Menurutnya, perhatian terhadap penyandang disabilitas mengalami perkembangan dibandingkan ketika PDKB pertama kali didirikan pada 13 Maret 2014. Saat itu, ia menilai perhatian terhadap penyandang disabilitas, terutama dalam penyaluran bantuan sosial dan pemberdayaan, masih perlu ditingkatkan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan para penyandang disabilitas di Bojonegoro membentuk organisasi PDKB. Organisasi ini dibentuk untuk memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas sekaligus mengembangkan potensi di bidang sosial, budaya, dan ekonomi serta mendukung program pembangunan pemerintah daerah.

Seiring berjalannya waktu, PDKB turut mendorong pemberdayaan penyandang disabilitas melalui berbagai program. Di antaranya memfasilitasi keikutsertaan dalam pelatihan keterampilan, membantu penyediaan peralatan usaha, hingga mendukung pengembangan usaha agar penyandang disabilitas mampu memperoleh penghasilan secara mandiri.

Sanawi menegaskan, penyandang disabilitas memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila memperoleh kesempatan, akses, dan dukungan yang memadai.

Selain pemberdayaan ekonomi, PDKB juga berperan dalam mendorong lahirnya regulasi yang memberikan perlindungan kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Bojonegoro.

Sanawi menjelaskan, ketika PDKB berdiri, Bojonegoro belum memiliki peraturan daerah (perda) khusus tentang disabilitas. Bersama Komisi C DPRD Bojonegoro saat itu, PDKB turut mendorong pembentukan regulasi sebagai landasan hukum pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Upaya tersebut menghasilkan Perda Bojonegoro tentang disabilitas, dengan adanya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas sebagai dasar hukum.

Menurut Sanawi, keberadaan regulasi tersebut menjadi salah satu landasan penting dalam mendorong perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

Kedepan, ia berharap implementasi kebijakan tersebut semakin diperkuat, terutama dalam memperluas akses terhadap lapangan pekerjaan, pelatihan, dan kesempatan berusaha.

Ia juga mengajak seluruh penyandang disabilitas di Bojonegoro untuk tetap percaya diri, optimistis, dan tidak merasa rendah diri dalam menjalani kehidupan.

"Teman-teman disabilitas harus tetap semangat dan optimistis. Sekarang kesempatan mengikuti pelatihan maupun mendapatkan pekerjaan semakin terbuka. Jangan sampai keterbatasan membuat kita minder," pesannya.

Sanawi juga mengingatkan agar penyandang disabilitas terus menunjukkan kemampuan melalui karya dan keterampilan yang dimiliki, sekecil apa pun hasilnya.

"Jangan sampai teman-teman disabilitas memilih meminta-minta. Tunjukkan karya kita, sekecil apa pun itu. Insyaallah, dengan tekad yang kuat, usaha, dan kemauan untuk terus berkembang, kita bisa hidup mandiri," pungkasnya. [riz/mad]