Tas Impor Masih Jadi Primadona Penjualan
Tas kecil impor masih mendominasi penjualan di beberapa toko di Bojonegoro. Pasalnya selain memiliki bahan yang bagus, tas impor juga dirasa memiliki bentuk yang lucu sehingga menarik konsumen.
Tas kecil impor masih mendominasi penjualan di beberapa toko di Bojonegoro. Pasalnya selain memiliki bahan yang bagus, tas impor juga dirasa memiliki bentuk yang lucu sehingga menarik konsumen.
Bisnis waralaba semakin diminati banyak pelaku usaha. Karena bisnis ini sangat mudah dan memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Pasalnya tanpa pengalaman bisnis seseorang bisa menjalankan sebuah usaha waralaba dengan sukses.
Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bojonegoro semakin berkembang. Terbukti, bisnis waralaba makanan dan minuman yang mulai merambah ke kecematan. Seperti bisnis Coklat yang saat ini mulai banyak diminati.
Jelang Hari Raya Imlek, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Bojonegoro belum mengalami kenaikan. "Jelang imlek ini harga masih normal dan belum ada kenaikan," kata seorang pedagang sembako di Pasar Kota, Yuni (27/1/2017).
Akhir pekan, Jumat (27/1/2017) harga emas batangan atau Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dibuka turun Rp5.000/gram. Harga buyback juga turun Rp6.000/gram.
Setelah mendapatkan rekomendasi dari SKK Migas Jabanusa dan Bupati Bojonegoro dalam pengelolaan sumur tua di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) harus memtuhi syarat yang diajukan oleh Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.
Kepala daerah yang tergabung dalam Asosiasi Daerah Penghasil Migas menyambangi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Mereka bertemu untuk mengapresiasi kebijakan Menteri ESDM, Ignasius Jonan, atas terbitnya Peraturan Menteri ESDM nomor 37/2016 tentang hak partisipasi (Participating Interest/PI) sebesar 10%.
Dalam perayaan Imlek, buah naga termasuk buah yang wajib ada. Warna buah naga dipercaya oleh masyarakat keturunan Tionghoa membawa banyak rezeki. Menjelang perayaan tahun baru Imlek tahun ini penjualan buah Naga di sejumlah sentra penjualan buah di Kota Ledre, sebutan untuk Kabupaten Bojonegoro meningkat cukup tajam.
Bersamaan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), diketahui ada dua komisaris yang memasuki masa purna. Oleh karena itu, kabar banyak kabar berhembus mengenai pergantian dua komisaris tersebut.
Baru 1 tahun menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Eddy Fritz Dominggus mengundurkan diri. Padahal, ia masih cukup lama mempunyai waktu untuk pimpinan tertinggi di salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro tersebut.