Agar Siap Hadapi Buyer Global, Pertamina Bekali UMK
Kantor PT Pertamina (Persero)

Reporter: Muhammad Abdul Qohhar

blokBojonegoro.com - Puluhan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan PT Pertamina (Persero) mendapatkan pembekalan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi temu bisnis dengan calon pembeli dari dalam dan luar negeri.

Pembekalan ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendampingi UMK agar semakin siap memperluas pasar dan naik kelas. Melalui rangkaian program Pertamina SMEXPO, UMK terpilih akan difasilitasi untuk mengikuti temu bisnis (business matching) dengan calon pembeli korporasi nasional dan internasional pada Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang.

Pertamina SMEXPO merupakan program pembinaan UMK yang mendorong perluasan akses pasar melalui berbagai kegiatan, mulai dari bazar, pameran ritel, temu bisnis, hingga pemanfaatan platform digital.

Untuk mempersiapkan UMK menghadapi peluang tersebut, Pertamina menggelar webinar bertema “Kiat Memenangkan Pembeli dalam Lima Menit” pada Jumat kemarin.

Pelatihan menghadirkan Puteri Indonesia Pendidikan 2009 sekaligus praktisi komunikasi, Zukhriatul Hafizah atau Fiza.

Dalam pelatihan tersebut, Fiza membekali peserta dengan kemampuan membangun kesan pertama, berkomunikasi secara profesional, serta mempresentasikan diri dan produk secara meyakinkan di hadapan calon pembeli.

Menurut Fiza, pertemuan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam membangun kepercayaan melalui komunikasi dan pembawaan diri yang profesional.

“Penampilan yang rapi, bahasa tubuh, kontak mata, cara berbicara, serta kemampuan mendengarkan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Pelaku UMK perlu mampu menunjukkan kualitas dirinya sekaligus memahami kebutuhan calon pembeli,” jelas Fiza.

Ia juga menekankan pentingnya menyampaikan informasi produk secara jujur dan akurat, menghormati lawan bicara, menjaga kerahasiaan informasi, serta menawarkan solusi sesuai kebutuhan calon pembeli.

Keterampilan tersebut juga diperlukan dalam komunikasi bisnis melalui ruang digital. Pelaku UMK perlu menjaga profesionalisme dalam berkomunikasi, menghormati privasi klien, serta menjaga citra usaha di media sosial.

Manager SMEPP PT Pertamina (Persero), Fety saat membuka pelatihan mengatakan, pembekalan tersebut merupakan bagian dari persiapan sebelum UMK mengikuti business matching yang difasilitasi Pertamina.

“Kami berharap proses yang dimulai melalui pembekalan ini dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMK, membuka peluang kerja sama, serta mendukung perkembangan usaha mereka dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” ujar Fety.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan pendampingan UMK dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui akses pasar, tetapi juga dengan meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu menghadapi kebutuhan pasar yang semakin kompetitif.

“Pertamina terus mendorong UMK untuk meningkatkan kualitas produk, standardisasi, pengelolaan merek, pemanfaatan teknologi, serta kemampuan mempresentasikan dan memasarkan produknya, baik secara langsung maupun melalui kanal digital,” terang Baron.

Menurut Baron, kesiapan tersebut penting agar UMK tidak hanya mampu mengikuti pameran, tetapi juga dapat memanfaatkan setiap pertemuan bisnis menjadi peluang kerja sama dan membuka pasar yang lebih luas.

“Pertamina berharap UMK binaan dapat memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperkuat pengelolaan usaha, meningkatkan kualitas dan kapabilitas, membangun jejaring, serta memperluas akses pasar hingga ke tingkat nasional dan internasional,” tambah Baron.

Pendampingan tersebut diharapkan mendorong UMK tumbuh menjadi usaha yang tangguh, mandiri, kreatif, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Program tersebut selaras dengan Asta Cita melalui penguatan kewirausahaan dan pengembangan usaha lokal yang tangguh, berdaya saing, serta mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. [mad]