Dari 30, Level 4 di Jatim Menjadi 18 Kabupaten dan Kota
Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Provinsi Jawa Timur (Jatim) memberikan dampak yang positif dalam menekan penyebaran Covid-19.
Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Provinsi Jawa Timur (Jatim) memberikan dampak yang positif dalam menekan penyebaran Covid-19.
Meskipun masih di angka 546 kasus aktif pada 9 Agustus 2021, kasus Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, perlahan mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya yang pernah mencapai 909 kasus pada 24 Juli 2021.
Kasus Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, tercatat landai pada akhir Mei hingga awal Juni 2021. Dari data yang dihimpun dari update harian sebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, tercatat hanya 12 pasien yang dinyatakan positif Covid-19 pada awal bulan Juni tersebut.
Jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, yang dinyatakan sembuh ada 47, Minggu (8/8/2021).
Seluruh elemen bahu membahu menanggulangi pandemi Covid-19 yang belum tahu berakhirnya. DPC Partai Gerindra Kabupaten Bojonegoro bersinergi bersama DPR RI, Wihadi Wiyanto menyalurkan bantuan kepada masyarakat.
Keberadaan warga yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) akibat pandemi Covid-19, membuat banyak pihak memberikan perhatian termasuk Polres Bojonegoro. Aparat berseragam coklat turut membagikan beras dan suplemen, Realfood kepada masyarakat yang sedang Isoman.
Keberadaan tempat isolasi terpadu yang ada di Kabupaten Bojonegoro, harus dipastikan kelayakannya untuk masyarakat. Sehingga Perwira Pengawas (Pawas) Kodam V Brawijaya Kolonel Cpl Andri Dwi Sukma Wijaya, S.I.P., MM., melihat langsung fasilitas buat masyarakat yang diduga terindikasi terpapar Covid-19.
Sebanyak 61 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur pada Selasa (3/8/2021) dinyatakan sembuh. Sementara itu, kasus baru bertambah 58 orang.
TELAH-kita pahami bersama, bahwa penyebaran Covid-19 yang awalnya sudah landai, tiba-tiba saja meningkat. Dari yang tidak bervarian menelurkan varian baru. Dari yang hanya bertumpu di perkotaan, sudah mulai kulonuwun di pedesaan. Bila demikian, pedesaan yang kental dengan unsur gotong royong, tepo seliro, unggah ungguh, perlu untuk dilakukan edukasi masif upaya preventif penularan Covid-19.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama bagi warga yang terdampak Covid-19 secara ekonomi, sekaligus di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Kodim 0813 Bojonegoro melalui para Bintara Pembina Desa (Babinsa) kembali menyalurkan bantuan sebanyak 19.290 kilogram beras dari Pemerintah kepada 3.858 Kepala Keluarga (KK) di 28 Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (31/7/2021).