Butuh 3.000 Pekerja, 10.333 Orang Melamar di PT Shou Fong Lastindo Bojonegoro
Ribuan calon tenaga kerja saat mengikuti Walk in Interview massal di PT Shou Fong Lastindo Bojonegoro (Foto: istimewa)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Antusiasme masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan di Kabupaten Bojonegoro terbilang tinggi. Hal itu terlihat dalam rekrutmen karyawan PT Shou Fong Lastindo di Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Senin (12/10/2026). Perusahaan tersebut membutuhkan 3.000 tenaga kerja baru, sementara jumlah pelamar mencapai 10.333 orang.

Ribuan pelamar mengikuti kegiatan Walk in Interview yang dibuka langsung dengan dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, di area pabrik sepatu tersebut. Tingginya jumlah pelamar menunjukkan besarnya harapan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan di tengah persaingan mendapatkan kesempatan kerja.

Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Dinperinaker) Kabupaten Bojonegoro, sebelumnya tercatat 14.250 pelamar. Namun, setelah dilakukan pengecekan ulang terhadap data ganda dan berkas yang kurang lengkap, jumlah pelamar tercatat sebanyak 10.333 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.910 pelamar merupakan laki-laki dan 4.423 perempuan. Selain itu, terdapat 151 pelamar penyandang disabilitas yang turut mengikuti proses rekrutmen.

Kepala Dinperinaker Bojonegoro, Mahmudin, mengatakan bahwa kegiatan Walk in Interview menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung.

“Walk In Interview ini merupakan salah satu bentuk fasilitasi pemda untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung. Dari data tersebut menunjukkan bahwa besarnya minat dan antusiasme masyarakat,” ungkap Mahmudin.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan, Pemkab Bojonegoro terbuka terhadap penanaman modal asing (PMA). Namun, investasi yang masuk diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Dengan kebutuhan sebanyak 3.000 pegawai dan jumlah pelamar yang jauh lebih besar, Nurul meminta masyarakat memahami bahwa tidak semua pendaftar dapat diterima. Ia juga berharap komposisi tenaga kerja yang direkrut lebih dominan laki-laki, dengan tetap memperhatikan kebutuhan perusahaan dan pemerataan kesempatan kerja.

Selain itu, Nurul mendorong agar tenaga kerja penyandang disabilitas turut mendapatkan kesempatan sesuai kemampuan dan porsi tugas masing-masing.

“Dari lowongannya 3.000, sementara yang mendaftar sangat banyak. Mohon maaf jangan kecewa nggih. Mudah-mudahan kedepannya Pemkab bisa bersinergi dengan perusahan lain untuk mengakomodir tenaga kerja,” kata Wabup Nurul.

Nurul menambahkan, dalam waktu dekat Pemkab Bojonegoro akan menggelar pertemuan dengan sejumlah PMA untuk membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Salah satu upaya yang disiapkan, yakni pengembangan kawasan industri di Kecamatan Temayang, Sugihwaras, dan Kedungadem.

Menurutnya, pengembangan kawasan industri tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui investasi yang memberikan manfaat nyata bagi warga Bojonegoro.

Sementara itu, perwakilan PT Shou Fong Lastindo, Elok, menyampaikan bahwa kegiatan Walk in Interview merupakan upaya perusahaan untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat, khususnya warga Bojonegoro.

Kesempatan tersebut, diharapkan menjadi jalan bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan, mengembangkan keterampilan, serta meningkatkan taraf hidup keluarga. 

Ia mengimbau seluruh calon tenaga kerja mengikuti prosedur yang telah ditentukan serta berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan perusahaan untuk meminta sejumlah uang.

"Proses rekrutmen dilaksanakan secara resmi dan tidak dipungut biaya apa pun," tegas Elok.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Bojonegoro, dinas terkait, unsur keamanan, tenaga kesehatan, serta pemerintah kecamatan dan desa atas dukungan dalam pelaksanaan rekrutmen tersebut.

"Kami percaya melalui kerja sama yang kuat, investasi yang berkembang di Kabupaten Bojonegoro dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari terbukanya lapangan pekerjaan, meningkatnya pendapatan keluarga, hingga tumbuhnya perekonomian daerah," pungkas Elok. [riz/mad]