Musim Tanam ke Dua, Petani Pilih Bibit dengan Umur Pendek
Di musim tanam ke dua, dengan curah hujan yang tidak menentu menjadi sorotan para petani. Khususnya dalam hal memilih bibit padi yang harus sesuai.
Di musim tanam ke dua, dengan curah hujan yang tidak menentu menjadi sorotan para petani. Khususnya dalam hal memilih bibit padi yang harus sesuai.
Memasuki musim tanam di wilayah Bojonegoro, ketersediaan pupuk sangat diperlukan oleh para petani, pasalnya pupuk merupakan komponen utama untuk kesuburan tanaman.
Di Musim Hujan (MH) ini petani harus waspada serangan hama Penggerek Batang Padi Kuning (PBPK). Petani di Bojonegoro menyebut PBPK dengan nama Sundep atau Beluk. Sundep atau Beluk merupakan hama utama pada tanaman padi yang menimbulkan kerusakan berat dan kehilangan hasil panen yang tinggi.
Panen raya padi di Kabupaten Bojonegoro diperkirakan mundur dari tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dipastikan bakal mengganggu prolehan pasokan beras yang didapat oleh Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro.
Sebagai upaya optimalisasi tanah sawah agar mendapatkan hasil panen yang maksimal, petani di Desa Kedungdowo Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro melakukan tanam padi dikombinasi dengan ikan plus sayuran dan jambu kristal. Istilah budidaya padi dan ikan dikenal dengan nama Mina Padi.
Dulu, saat memanen padi, petani menggunakan alat perontok gabah manual.Banyak tenaga manusia terserap untuk bekerja. Mulai untuk memotong, memancal pedal dos, sebutan alat tradisional itu, sampai memanggul ke jalan raya.
Salah satu problema usaha tani sekarang adalah berkurangnya tenaga kerja pertanian. Jumlah petani semakin berkurang. Sementara anak-anak muda jarang yang bercita-cita menjadi petani. Agar tahapan tanam padi/tandur tidak lambat dan serempak petani di Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan) Bumiarto desa Krangkong, Kecamatan Kepohbaru menggunakan alat menanam padi dengan mesin yang disebut Rice Transplanter. Dengan menggunakan Alat mesin pertanian (Alsintan) ini tandur cepat dan lebih hemat biaya.
Padi sawah di Kecamatan Kanor mulai panen, khususnya yang berada di pinggiran Bengawan Solo. Termasuk di Desa Caruban. Sawah di sina berpola tanam padi-padi-padi dengan sumber pengairan dari sungai terpanjang di Pulau Jawa.
Harga gabah di Kabupaten Bojonegoro, khususnya di Kecamatan Kanor pada awal masa panen padi musim rendengan tahun 2018 melambung hingga kisaran Rp 5.000 sampai Rp 5.500/kg. Mahalnya harga gabah tersebut membuat para petani sumringah.
Sebagian petani di Desa Tejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro memasang jaring di masing-masing lahan pertanian miliknya.