Skip to main content

Category : Tag: Stunting


Tekan Perkawinan Anak, INKLUSI PDA Bojonegoro Hadirkan Layanan Terpadu di Dander

Upaya mencegah perkawinan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan hingga lembaga pelayanan masyarakat. Untuk memperkuat langkah tersebut, Program INKLUSI Pimpinan Daerah (PDA) 'Aisyiyah Bojonegoro menghadirkan layanan terpadu pencegahan dan penanganan perkawinan anak di Pendopo Kantor Kecamatan Dander, pada Senin (26/10/2026).

Pemkab Bojonegoro dan Unair Kolaborasi Edukasi Gizi Keluarga untuk Tekan Stunting

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui peningkatan ketahanan gizi keluarga. Salah satu langkah yang ditempuh ialah berkolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menggelar sarasehan bertajuk "Membangun Generasi Unggul Dimulai dari Keluarga dengan Konsumsi Protein Asal Hewani untuk Mencegah Stunting" di Pendopo Malowopati, Selasa (7/7/2026).

Bahas LKPJ Khofifah, DPRD Jatim Beri Catatan soal KUR dan Pendidikan

DPRD Jawa Timur memberikan sejumlah catatan strategis kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Timur Tahun Anggaran 2025. Berbagai isu mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR), alih fungsi lahan pertanian, pendidikan, hingga kesehatan menjadi sorotan dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Jatim, Surabaya.

Info Kesehatan

Angka Stunting Terus Turun, Harapkan Kolaborasi Semua Pihak

Kasus stunting pada anak di Kabupaten Bojonegoro berhasil turun. Pada tahun dari 2023, angka stunting mencapai 14,2% dan turun pada 2024 menjadi 12%. Capaian ini pun membuahkan penghargaan yang langsung diberikan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta.

Kabupaten Bojonegoro: Optimis Melawan Stunting untuk Mewujudkan Kabupaten Layak Anak

Indonesia masih menghadapi persoalan gizi yang cukup serius, terlihat dari tingginya kasus gizi kurang pada balita maupun anak usia sekolah. Kekurangan gizi di usia sekolah membawa dampak besar, mulai dari menurunnya kualitas belajar, naiknya angka ketidakhadiran, hingga tingginya angka risiko anak putus sekolah.