#blokBojonegoroTV
Kemarau Panjang, Warga Ambil Air Hingga Pagi Hari
Kemarau Panjang, Warga Ambil Air Hingga Pagi Hari
Kemarau Panjang, Warga Ambil Air Hingga Pagi Hari
Kebutuhan akan air adalah hal yang paling utama dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari untuk kebutuhan mencuci, mandi hingga memasak untuk makan keluarga di rumah.
Status tanggap darurat bencana kekeringan masih ditetapkan oleh Pemkab Bojonegoro sejak September hingga 30 November 2019.
Di musim kemarau ini, mulai bulan Juli 2019 hingga bulan Oktober ini, sebanyak 928 Rit air bersih, telah didistribusikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Perajut asal Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Nurul turut hadir membawa nama Bojonegoro di Jatim Fair 2019, bersama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan SKK Migas, pada Minggu (13/10/2019) di Surabaya.
Kata "Tepang†merupakan salah satu Bahasa Jawa Krama Inggil yang memiliki arti dalam Bahasa Indonesia "Kenal".
Musim kemarau membuat beberapa daerah di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan, bahkan fenomena alam yang terjadi setiap tahun di Kota Ledre, belum tertanggulangi secara masif. Sehingga DPD Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekeringan.
Dari jumlah 66 desa di 18 kecamatan se Kabupaten Bojonegoro yang mengajukan dropping air bersih, desa terbanyak ada di Kecamatan Ngasem. Sekitar 10 desa membutuhkan bantuan air bersih.
Musim kemarau tahun ini, mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami kekeringan. Kemarau juga mengakibatkan puluhan desa di Kota Ledre mengalami krisis air bersih.
Kekeringan yang masih melanda wilayah selatan di Kabupaten Bojonegoro membuat banyak pihak turun tangan. Salah satunya dengan cara membantu mengirim air bersih.