Skip to main content

Category : Tag: Anna


Pilkada Bojonegoro 2018

Dianggap Kurang Netral, Anna Tak Hadiri Deklarasi

Agenda deklarasi tolak dan lawan politik uang serta politisasi SARA pada Pilkada serentak tahun 2018, di pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Rabu (14/2/2018), tidak dihadiri pasangan calon (Paslon) Anna Mu'awanah-Budi Irawanto (Ana-Wawan). Pasalnya acara yang diadakan di lingkup Pemkab Bojonegoro itu dianggap kurang netral.

Pilkada Bojonegoro 2018

Keluarga Ponpes Attanwir Dukung Anna-Wawan

Bakal Calon Bupati (Bacabup) maupun Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) yang telah mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) semakin aktif bergerilya ke bawah. Termasuk ke komunitas-komunitas masyarakat, tidak terkecuali Pondok Pesantren (Ponpes).

Pilkada Bojonegoro 2018

Serap Masukan, Anna-Wawan Temui PKL di Alun-Alun

Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Kota Bojonegoro berkumpul di Alun-alun, Senin (15/1/2018). Mereka berkeluh kesah ke Bakal Calon Bupati (Bacabup) Anna Muawanah dan Bacawabup Budi Irawanto (Anna-Wawan).

Pilkada Bojonegoro 2018

Maju Cawabup, Ketua Fraksi PDIP Digantikan Doni

Ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Kabupaten Bojonegoro diganti Dony Bayu Setiawan. Setelah disampaikan dalam rapat Paripurna DPRD, karena ketua fraksi partai berlambang Banteng itu, Budi Irawanto maju sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bojonegoro.

Pilkada 2018

Anna Muawanah Bacabup PKB Dikenalkan ke Partai-Partai ?

Silaturrohim politik yang dilakukan DPC PKB Kabupaten Bojonegoro, kemungkinan digunakan memperkenalkan Anna Muawanah sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) Bojonegoro yang diusung partai tersebut. Pasalnya dalam setiap pertemuan di partai yang didatangi berlangsung tertutup.

Anna Mu'awanah Open House Tiga Hari

Minal 'Aidzin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Hari Raya idul fitri 1438 H, anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Bojonegoro-Tuban Anna Mu'awanah mengadakan 'Open House' selama tiga hari, tanggal 27-29 Juni 2017.

Anggota DPRRI: FDS Diterapkan, Dhiniyah akan Terganggu

Program Menteri Pendidikan yang akan memberlakukan Full Day School (FDS) dipastikan mengganggu pembelajaran lain, termasuk keagamaan. Sebab, selama ini pendidikan dhiniyah di desa-desa berlangsung pada sore hari.