Target Penanganan Kurang Gizi di Bojonegoro Minim
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro setiap tahun menargetkan penurunan persentase kasus kurang gizi. Sayangnya target penanganan kurang gizi masih minim yakni 0,010 persen.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro setiap tahun menargetkan penurunan persentase kasus kurang gizi. Sayangnya target penanganan kurang gizi masih minim yakni 0,010 persen.
Berbagai persiapan terus dilakukan TITD Hok Swie Bio (HSB) Kabupaten Bojonegoro, menjelang tahun baru baru Imlek 2568, Sabtu (28/1/2017). Termasuk membersihkan ruang dalam dan sekitar klenteng.
Karena depresi memikirkan hidup keluarganya, Sambudi (30) warga RT.18/RW.03 Dusun Doplang, Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro nekad gantung diri.
Tingginya masyarakat dalam menggunakan moda transportasi Kerta Api (KA), membuat Daop 8 Surabaya menjalankan KA tambahan rute Surabaya-Jakarta. Hal itu dilakukan supaya memberikan kenyamanan pada masyarakat dalam bepergian ke Ibu Kota.
Jalan raya besar kembali banyak yang rusak, akibat diguyur hujan terus menerus. Saat ini jalur Bojonegoro-Babat, tepatnya di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo banyak ditanami pohon kecil oleh warga setempat. Tidak hanya satu titik saja, namun ada beberapa titik jalan yang lubang.
Sampai hari ke lima, jenasah Winarto (35) warga Desa Tulungagung RT.09/RW.05, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo belum ditemukan.
“Jangan bertanya apa yang Negara berikan padamu, tanyakan apa yang telah kau berikan untuk negaramu,” kata John F Kennedy. Hal ini patut menjadi pemikiran mahasiswa dalam mewujudkan tri dharma perguruan tinggi. Sebagai mahasiswa asli Bojonegoro, kita berkewajiban ikut andil dalam pembangunan kabupaten.
Kondisi kesehatan tubuh mengalami naik turun seiring pertambahan usia dan juga gaya hidup. Masalahnya, sebagian gangguan itu dapat membuat kita merasa malu untuk mengungkapkannya.
Tim SAR BPBD Bojonegoro kembali melanjutkan pencarian warga Desa Tulungagung, RT.09/RW.05 Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Minggu (22/1/2017) sore.
Belakangan ini, tinggi muka air di Bengawan Solo menunjukkan tren fluktuatif. Walaupun sekarang di bawah siaga, namun hujan lebat disertai angin kencang bisa membuat air kembali naik. Hal itu membuat petani yang ada di bantaran ketar-ketir.