Berita Foto
Mobil Pemadam Dikerahkan ke Sumuragung
Bersamaan dengan adzan Magrib, mobil Pemadam Kebakaran (PMK) telah sampai di lokasi, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, Rabu (18/10/2023) sore.
Bersamaan dengan adzan Magrib, mobil Pemadam Kebakaran (PMK) telah sampai di lokasi, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, Rabu (18/10/2023) sore.
Pengguna jalan raya nasional Bojonegoro-Babat dibuat terkejut dengan kepulan asal di utara jalan. Ternyata, kebakatan hebat terjadi di lahan kosong ikut Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro.
Rabu (18/10/2023) pengguna jalan di Bojonegoro-Surabaya, tepatnya di sekitar Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, dibuat kaget. Sebab, asap membumbung tinggi dan terlihat dari arah barat.
Berkah melimpah tampaknya dirasakan para petani tembakau pada masa panen raya kali ini. Salah satu petani tembakau, Qomari ( 52) warga RT 09/RW 02 Dukuh Jombang, Desa Bumirejo Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro mengaku harga jual tembakau menggiurkan.
Salah seorang warga Desa Sidomukti, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Suyanto (56), bertahun-tahun bekerja harian sebagai tukang kayu bakar.
Insiden kebakaran di Kabupaten Bojonegoro mengalami peningkatan drastis sepanjang musim kemarau 2023 ini. Bahkan, belum sampai akhir tahun, angka kebakaran di Bojonegoro telah mencapai 365 kejadian.
Insiden kebakaran terjadi di tiga tempat dalam semalam. Amukan si jago merah ini, melahap tiga rumah warga di Desa Tembeling Kecamatan Kasiman, Desa Ngrancang Kecamatan Tambakrejo, dan Desa/Kecamatan Kalitidu, Selasa (10/10/2023) petang.
Sebanyak 20 ton tembakau kering siap kirim, di Gudang Tembakau Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro ludes terbakar, Senin (9/10/2023) pagi hari.
Rumah joglo kayu jati senilai Rp1,7 Miliar ludes terbakar akibat korsleting listrik. Rumah milik Dakit (49) warga Desa Senganten, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro itu terbakar 100 persen beserta isinya, Kamis (5/10/2023).
warga Dusun Sampang Desa Buntalan menjadikan Sumur Bandung yang letaknya di tengah-tengah persawahan sebagai sumber air bagi para petani yang bercocok tanam. Sumber air ini terdiri dari tiga petak dalam satu kawasan.