blokBojonegoro TV
Jembatan Bambu Melintasi Bengawan Solo
Jembatan Bambu Melintasi Bengawan Solo Sudah tidak asing lagi. Meskipun kini dibangun jembatan yang baru hingga kini jembatan yang lama masih beroperasi.
Jembatan Bambu Melintasi Bengawan Solo Sudah tidak asing lagi. Meskipun kini dibangun jembatan yang baru hingga kini jembatan yang lama masih beroperasi.
Dusun Grogol, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro dikenal sebagai tempat usaha rumahan pengrajin anyaman bambu. Banyak jenis kerajinan tangan yang dibuat dari bambu itu, di antaranya tampah, bojok, tompo (wadah untuk mencuci beras), kalo (wadah untuk memeras santan), dan kemarang (wadah untuk menaruh nasi)
Pembangunan Jembatan Sosrodilogo yang rencananya menjadi penghubung Kota Bojonegoro-Kecamatan Trucuk hingga kini belum kelar juga. Karena itu pula, seperti tahun-tahun sebelumnya, warga Trucuk memanfaatkan jembatan bambu untuk menyeberang saat musim kemarau seperti ini.
Komisi III DPR RI, Wihadi Wiyanto tercengang mendengar jembatan Widang-Tuban ambruk, Selasa (17/4/2018), yang menelan korban jiwa. Selain itu anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur IX (Bojonegoro-Tuban) menilai, robohnya jembatan akan sangat berdampak besar buat perekonomian Nasional.
Meskipun ada Festival Bengawan, aktivitas penyeberangan di jembatan bambu Jalan Prajurit Abu Desa Kauman, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro menuju Desa/Kecamatan Trucuk masih berlangsung seperti biasanya, Minggu (24/9/2017) pagi.
Sejak dua bulan terakhir jembatan penyeberangan Bengawan Solo mulai dibuat warga Bojonegoro. Pembuatan jembatan tersebut dilakukan karena sungai sudah dangkal dan perahu tidak bisa menyeberang.
Di era yang serba canggih, banyak masyarakat memilih menggunakan perabotan serba modern. Sehingga, perkakas tradisional yang terbuat dari bambu banyak ditinggalkan.