Produk kreatif asli Kabupaten Bojonegoro kembali menorehkan prestasi membanggakan di level internasional. Melalui tangan desainer lokal, Arva, Batik Bojonegoro kini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mulai diminati hingga pasar mancanegara.
Tri Astutik begitu terampil. Jari-jarinya menari membuat pola bunga di selembar kain putih. Dengan tenang, ia mencelupkan canting ke wajan berisi malam (lilin), melapisi motif yang tadinya dari pensil menjadi warna kekuningan karena proses malam yang menempel di kain.
DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bojonegoro akan menggelar Lomba Desain Motif Batik Bunga Bojonegoro pada 16–18 Desember 2025. Informasi tersebut terlihat pada pamflet resmi yang beredar di media sosial.
Di sebuah sudut tenang Desa Dologgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, goresan kuas spons berpadu dengan aroma malam panas yang menyengat dan kepulan asap tipis mengiringi tangan-tangan perempuan desa yang tekun menorehkan malam di atas kain putih. Dari sanalah lahir karya bernilai tinggi Bernama Batik Sekar Rinambat, batik dengan motif bunga merambat yang melambangkan ketekunan, harapan, dan semangat untuk tumbuh bersama.
Semangat dan tekad pantang menyerah terpancar dari sosok Mohamad Sanawi, Ketua Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB). Di tengah keterbatasan, Sanawi membuktikan bahwa semangat belajar dan berwirausaha tak pernah mengenal batas.
Di usianya yang ke-45, peringatan HUT Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) tahun 2025 terpusat di Kota Beriman Balikpapan. Perayaan HUT Dekranasda akan berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 9-11 Juli 2025 di Balikpapan Sport Convention Center (BSCC) Dome, yang di ikuti oleh tamu Dekranasda dari seluruh Provinsi, Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
Stand batik binaan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Batik Sekar Rinambat laris manis dan mendapat apresiasi positif dari para pengunjung. Astutik, dari batik Sekar Rinambat, merasa lega, karya-karyanya yang dipamerkan mendapat sambutan positif dari dari berbagai kalangan. Dalam kesempatan sambutan pembukaan Bojonegoro Wastra Batik Festival 2025 tersebut Bupati Bojonegoro, Wahono menilai peran industri untuk turut serta mengembangkan potensi daerah menjadi semakin penting. Wahono juga menyempatkan diri mengelilingi stand pameran dalam acara yang gelar untuk kedua kali di Alun-Alun Bojonegoro, Jawa Timur sejak Rabu - Sabtu (18-21/6/2025).
Sebagai upaya mendukung pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) berpartisipasi dalam Bojonegoro Wastra Batik Festival 2025 yang digelar pada 18–21 Juni 2025 di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro. Melalui kerja sama dengan Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro, EMCL menghadirkan anjungan interaktif yang menampilkan berbagai produk unggulan dari mitra binaannya.
Alunan gending Jawa, gemuruh Reog Ponorogo, dan iringan Cucuk Lampah membuka pagi yang sarat makna di Alun-alun Bojonegoro. Dalam balutan nuansa tradisi yang kental, para tamu kehormatan berjalan menuju panggung utama, disambut meriah oleh Tari Selamat Datang “Asta Warna†dan parade busana batik karya pengrajin lokal. Bojonegoro Wastra Batik Festival 2025 resmi dimulai.